Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Dua Nyawa Melayang di Proyek Jembatan Achmad Amins !! Andi Harun Minta Maaf, Janji Evaluasi

Denny Saputra • Rabu, 31 Juli 2024 | 05:38 WIB

BIKIN CELAKA: Sebagian jalan telah dikupas, dalam proyek peningkatan jalan di Jembatan Achmad Amins, namun tanpa adanya plang peringatan maupun flag men/ dishub. (FOTO: DENNY SAPUTRA/KP)
BIKIN CELAKA: Sebagian jalan telah dikupas, dalam proyek peningkatan jalan di Jembatan Achmad Amins, namun tanpa adanya plang peringatan maupun flag men/ dishub. (FOTO: DENNY SAPUTRA/KP)
KALTIMPOST.ID, Molornya proyek peningkatan jalan di bentang Jembatan Achmad Amins (AA) yang menghubungkan Kecamatan Sambutan dan Kecamatan Palaran menyebabkan tragedi. 

Dua warga diketahui mengalami kecelakaan, hingga meninggal dunia, pada Senin (30/7). Diduga imbas pengupasan jalan yang belum selesai dan minimnya penjagaan dari kontraktor pelaksana maupun unsur pemkot Samarinda.

Sebagaimana diketahui, pengaspalan yang terjadi di jembatan Achmad Amins dipastikan molor oleh dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda. Pada plang informasi di depan jembatan, sejatinya pengalihan arus atas proyek ini, kembali normal 27 Juli lalu.

Menanggapi kejadian itu, Wali Kota Samarinda Andi Harun mengaku baru mengetahui, Selasa (30/7). Orang nomor satu di pemkot Samarinda itu menyampaikan duka. Atas nama pemerintah dirinya memohon maaf atas perbaikan di jembatan AA karena itu juga aspirasi masyarakat yang minta aspal yang bergelombang bisa ditangani. 

“Kami juga berharap warga berhati-hati, karena sebelumnya sudah diinformasikan melalui berbagai media, bahwa di sana ada pengalihan arus karena proyek peningkatan jalan,” ucapnya, Selasa (30/7).

Dia mengaku akan mengevaluasi tim PUPR, kontraktor pelaksana, dan OPD pendukung, dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda. Meskipun di lapangan dari pantauan media, tidak ada anggota Dishub di lokasi. 

“Kami belum berani mengatakan tidak ada (anggota Dishub) makanya akan dikaji lagi. Karena seharusnya ada anggota Dishub di sana yang mengatur lalu lintas,” tegasnya.

Dia menyebut secara teknis, pengaspalan di sana bukan sekedar pelapisan (overlay), tetapi untuk mencapai kualitas yang baik dan tahan lama, aspal lama perlu dibongkar. Dengan harapan setelah proyek ini selesai, badan jalan lebih mulus dan nyaman dilintasi. “Karena itu salah satu jalur utama, dari dan menuju Ibukota Nusantara (IKN),” pungkasnya.

Sebagai informasi, dari keterangan tim DPUPR Samarinda, keterlambatan proyek ini diakibatkan kesulitan mencari alat pengupas aspal yang sesuai kebutuhan. Karena sebelumnya pelaksana menggunakan excavator tapi tidak efektif. “Makanya kami mendatangkan mini asphalt milling machine cold machine dari Kaltara," jelas Rezky Samudra Aprilyan, PPK Peningkatan Jalan Jembatan Achmad Amins dari Bidang Bina Marga DPUPR Samarinda, Senin (22/7) lalu.

Editor : Uways Alqadrie
#dua nyawa melayang #jembatan #achmad amins