Potensi pendapatan asli daerah (PAD) pun menguap di sana. Baru tahun ini dinas Perhubungan bersama dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda menjalin kerja sama lewat memorandum of understanding (MoU) memindahkan parkir dari tepi jalan ke area Museum Samarinda.
Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu mengatakan, sistem parkir di area museum akan dikelola pihaknya, dengan biaya Rp 2 ribu untuk motor dan Rp 5 ribu untuk mobil. Metode pembayarannya menggunakan non tunai, pengunjung bisa tap in dan tap out di mesin parking gate.
“Akan ada tiga petugas yang berjaga mengatur parkir dari pukul 08.00 hingga 22.00 Wita,” ucapnya.
Mengenai potensi pendapatan, Manalu menyebut sejak pemberlakukan pada Kamis (1/8) lalu, pihaknya memproyeksi pendapatan Rp 200-300 ribu per hari bisa diperoleh. Saat ini juga pihaknya tengah menjajaki kerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) di Jalan Milono sebagai upaya perluasan area parkir.
“Bisa jadi alternatif kalau di museum penuh, tinggal menunggu respon Dinkes terkait MoU,” ucapnya.
Sementara itu Kepala Disdikbud Samarinda Asli Nuryadi menyebut bahwa kerja sama ini merupakan hal positif dalam rangka mendukung penataan kota. Mengingat selama ini pengunjung Taman Samarendah parkir di area lingkar taman.
“Ini bentuk kolaborasi, pada aset yang kami miliki, namun pengelolaan parkir dibantu tim dishub Samarinda,” ungkapnya.
Dia berharap pengaturan parkir di area Taman Samarendah ini menjadi upaya edukasi ke semua lapisan masyarakat mengenai keseriusan pemerintah dalam penataan kota. memang kerja sama ini saat ini berlangsung selama satu tahun sebagaimana tertuang dalam MoU, namun jika dalam evaluasi ke depan hasilnya positif maka bisa dilanjutkan.
“Kekurangan akan diperbaiki dan ditingkatkan,” pungkasnya.
Editor : Uways Alqadrie