Melibatkan organisasi kepemudaan (OKP), pemerintah kota, pemerintah provinsi, aparat, serta masyarakat yang mempunyai potensi memeriahkan agenda tersebut.
Pendaftaran untuk peserta pawai sudah ditutup pada Kamis (15/8). Namun, bila ingin mendaftar, panitia pelaksana masih membuka peluang. Sebab, technical meeting (TM) akan digelar Jumat (16/8) pagi.
Kabid Pengembangan Pariwisata Disporapar Samarinda Nur Asikin mengatakan, persiapan pawai pembangunan tahun ini sudah 100 persen siap. Agenda tahunan ini akan diisi dua kategori peserta pawai. Di antaranya pejalan kaki yang mendaftar hingga Kamis (15/8), sebanyak 75 grup/kelompok. Untuk mobil hias ada 57 grup/kelompok.
“Nah, jumlah per kelompok itu beragam.
Misalnya pejalan kaki ada yang mencapai 30-60 orang. Sementara mobil per kelompok ada yang lebih dari satu. Kita hitung berdasarkan kelompok, insyaallah meriah,” ucapnya.
Rute pawai pembangunan sudah siap. Jarak tempuh mencapai 3.5 km dan sebanyak empat titik unit kesehatan disiapkan. Khusus untuk peserta pawai pejalan kaki, sambung dia, terdapat perbedaan aturan dari tahun sebelumnya. Yakni, peserta pawai pejalan kaki tidak diperkenankan membawa mobil sebagai sarana official.
“Karena asap itu yang kami khawatirkan. Jadi, peserta pawai khususnya pejalan kaki bisa membawa gerobak atau alat sejenisnya, tidak menggunakan kendaraan,” pungkasnya.
Saat disinggung perihal sampah berserakan seusai pawai digelar, pihaknya menghimbau kepada penonton untuk membuang sampah di tempat yang tersedia. Jika kejauhan, masyarakat bisa membawa sebuah kantong plastik untuk kemudian dibuang pada tempat pembuangan sementara (TPS).
“Jangan membuang sampah sembarangan. Dari tahun ke tahun harapannya ada perubahan. Kita juga akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait masalah sampah. Namun, harapannya masyarakat bisa inisiatif,” pungkasnya.
Editor : Uways Alqadrie