Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Terganjal Masalah Lahan: Proyek MYC Pengendalian Banjir Progres 66 Persen, Target Rampung Akhir Tahun

Denny Saputra • Kamis, 29 Agustus 2024 | 07:00 WIB
KEJAR TARGET: Kondisi kolam retensi pengendali banjir di belakang perum Bengkuring Raya Kelurahan Sempaja Timur Kecamatan Samarinda Ulu terus berproses, Rabu (28/8). (FOTO: DENNY SAPUTRA)
KEJAR TARGET: Kondisi kolam retensi pengendali banjir di belakang perum Bengkuring Raya Kelurahan Sempaja Timur Kecamatan Samarinda Ulu terus berproses, Rabu (28/8). (FOTO: DENNY SAPUTRA)

KALTIMPOST.ID, Salah satu proyek dengan skema pembiayaan tahun jamak atau multiyears contract (MYC) pengendalian banjir yang dikerjakan pemkot Samarinda saat ini masih berjalan. 

 

Yakni pembangunan kolam retensi Bengkuring, Kolam Retensi Pampang serta turap sungai Karang Mumus. Infrastruktur yang dibangun sejak Juni 2023 lalu ini sempat mengalami dua kali addendum, dan kini bernilai Rp 125,3 miliar.

 

Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda Hendra Kusuma, menyampaikan progress terkini proyek tersebut berada di angka 66,67 persen per 28 Agustus 2028. Targetnya mega proyek ini rampung akhir tahun 2024. “Kami upayakan rampung tepat waktu,” ujarnya, Rabu (28/8).

 

Dia merinci pekerjaan tersebut terbagi tiga pekerjaan yakni pembangunan turap sungai karang mumus di sisi perum bengkuring raya sepanjang 1.025 meter. Saat ini pekerjaan tersebut sudah tuntas. “Tinggal pengecoran cap pile beberapa meter, termasuk membangun jalan inspeksi,” ujarnya.

 

Sedangkan pekerjaan kedua yakni pembangunan kolam retensi Pampang, yang letaknya bersebelahan dengan sungai Pampang sisi kanan. Di sana luas lahan yang dibangun sekitar 2,5 hektar. “Bentuknya kolam saja dengan turap tanah,” singkatnya.

Sementara itu pekerjaan ketiga yakni membangun kolam retensi di belakang perum Bengkuring Raya, di sana lahan yang dikerjakan sekitar 4,9 hektar. 

 

Targetnya tahun ini luas yang dikerjakan menjadi sekitar 10 hektar. “Kami membangun rumah pompa dan tanggung tanah,” ucapnya.

 

Namun demikian pada area ketiga ini, pemkot dihadapkan dengan klaim lahan dari beberapa masyarakat. 

 

Makanya DPUPR meminta dukungan OPD lain yaitu Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta pendampingan dari TNI-Polri agar proyek ini bisa terlaksana sesuai target.

 

Dirinya menambahkan bahwa masalah lahan menjadi salah satu kendala, sehingga perlu dukungan dari berbagai pihak. Di samping itu, soal cuaca juga mempengaruhi pekerjaan, ketika hujan, akses dari jalan utama menuju titik pelaksanaan pembangunan rumah pompa turut tertanggung. 

 

“Kami mohon dukungan masyarakat agar proyek ini bisa berjalan dengan lancar sehingga dapat selesai tepat waktu, sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir di wilayah tersebut,” pungkasnya.

 Baca Juga: Pilwali Samarinda: Andi Harun-Saefuddin Zuhri Bertandang ke Kantor Golkar Kaltim, Kotak Kosong Makin Dekat

 

Editor : Uways Alqadrie
#proyek banjir #pemkot samarinda