"Kalau sambal-sambal botolan misal sambal baby cumi, cakalang, itu sudah biasa. Tapi dari awal merintis ini, saya sudah memasukkan bawang dayak sebagai bahan utama. Bisa dibilang saya yang pertama (mengolah sambal dengan bawang dayak). Alhamdulillah, orang jadi penasaran dan pas untuk oleh-oleh,” bebernya saat ditemui di area expo UMKM, Gelora Kadrie Oening Samarinda.
Sejak awal acara dimulai, diakui jika booth miliknya ramai pengunjung. Khususnya menjelang sore hingga malam. Tak hanya dari luar daerah, bahkan masyarakat sekitar juga ikut penasaran dengan olahan sambal dari Dapur Aqueena Wty.
Selain sambal, juga ada rabok atau mirip abon tapi dari ikan. Lagi-lagi juga menggunakan bawang dayak. Bicara stok, sudah sejak satu bulan lalu dia mengejar produksi. "Setiap hari produksi. Untuk penjualan yang titip di minimarket juga sudah aman stoknya. Nah, pengunjung ini awalnya icip-icip, kemudian beli dalam jumlah banyak. Selain untuk dikonsumsi sendiri, juga untuk oleh-oleh," lanjut Wiwit.
Aneka produknya dijual mulai dari harga Rp 30-45 ribu. Agar lebih menarik, dia juga menawarkan promo, yakni pembelian yang disertai bonus produk. "Berkah banget ya. Alhamdulillah juga bisa diajak sebagai salah satu UMKM mengisi booth di sini. Apalagi posisinya strategis. Sehari ya bisa dapat Rp 2-3 jutaan, alhamdulillah," ujarnya.
Begitu juga yang dirasakan Sri Rutmiati. Dia menjajakan berbagai kudapan dengan nama Camilan Srikandi. Amplang dan pisang rimpi memiliki penjualan tertinggi. "Soalnya kan ini yang khas di kita. Dibilang laris ya laris. Jadi stok di sini mutar terus, karena alhamdulillah banyak peminatnya," sebut Sri.
Baca Juga: Banyak Warga yang Terbantukan dari Keberadaan Nikah Terpadu di Sela-Sela MTQ Nasional di Kaltim
Harga yang dia tawarkan mulai Rp 17 ribu perbungkus. Promo atau diskon juga dia terapkan agar lebih menarik pembeli. Apalagi yang membeli dalam jumlah banyak. “Beberapa daerah sudah banyak yang pesan, kayak amplang yang minta dipacking kardus,” jelasnya.
Sama seperti Wiwit, Sri juga sudah mengamankan stok. Namun diakui jika tanpa event, kapasitas produksi usahanya juga sudah banyak. Namun berkat event nasional, usahanya bisa semakin dikenal. Dia berharap Samarinda ke depannya bisa menjadi tuan rumah kembali untuk berbagai acara lainnya.
Editor : Uways Alqadrie