Akibat dari kejadian tersebut, sebuah ruko yang berjualan aksesoris handphone mengalami kerusakan parah di bagian depannya. Selain itu, ada dua motor ikut rusak setelah ditumbuk dari bagian belakang truk bernomor polisi KT 8225 MH itu.
Peristiwa ini tidak menelan korban jiwa. Sementara untuk sopir truk, Dedi, sudah diamankan pihak kepolisian. Kata sopir kepada polisi, dirinya hendak mengantar muatan agregat itu ke kawasan Jalan Pelita, Kecamatan Sambutan. Namun, saat menanjak di tengah-tengah gunung mangga, truk tak mampu naik ke atas.
“Saya sudah injak dan tarik rem, tapi tetap mundur tadi. Ada suara patah as jadi mungkin itu yang membuat rem tidak makan,” kata sopir itu.
Karyawan toko, Bayu menjelaskan, diperkirakan kejadian sekitar pukul 11.00 Wita. Dia terkejut saat mendengar hantaman keras didepan ruko tempat dia kerja.
“Saya kira gempa tadi, sekalinya pas saya keluar truk mundur dan menabrak bagian depan ruko,” katanya di lokasi kejadian.
Diperkirakan Bayu, kerugian dari insiden itu mencapai puluhan juta. Sebab, sebuah papan nama toko, kanopi dan atap ruko tersebut rusak total. Namun kabarnya, sambung dia, pihak terkait dalam hal ini sopir akan mengganti rugi atas kejadian yang menimpa ruko tersebut.
“Alhamdulillah dibagian dalam aman dan kebetulan masih sepi pembeli. Di tanjakan ini memang sering terjadi, tapi kami beruntung tidak pernah terdampak, baru kali ini kami terdampak,” ucap pria berumur 24 tahun itu.
Terpisah, warga sekitar Robiatul menurutkan, sebuah kecelakaan di gunung mangga sering kali terjadi. Korbannya pun beragam, ada yang pernah luka-luka, kerusakan motor, hingga masuk ke area jurang.
“Seperti beberapa waktu lalu, ada pengendara motor suami istri masuk ke dalam jurang dipinggir area gunung manggah ini.
Memang sering terjadi, tapi alhamdulillah kami ada sebuah pohon di depan rumah, sehingga ketika ada truk bermuatan yang tidak kuat menanjak dan mundur, dia tertahan lewat pohon di depan rumah,” pungkasnya.
′
Editor : Uways Alqadrie