Untuk itu, dibutuhkan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melek politik. Khususnya pemilih dalam kategori usia generasi milenial hingga Gen Z yang baru mencicipi pesta demokrasi akbar lima tahunan.
Lewat “Bawaslu Ngampus” yang digelar di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Bawaslu RI dan Bawaslu Kaltim mencoba mengajak mahasiswa untuk turut serta berperan dalam mengawasi jalannya Pilkada Serentak 2024.
“Lewat Bawaslu Ngampus ini, kami berupaya untuk menjaring keaktifan mahasiswa dalam menciptakan pengawasan partisipatif sehingga bisa terwujudnya pemilu yang luberjudil (langsung, bersih, jujur, dan adil),” ungkap Komisioner Bawaslu Kaltim Galeh Akbar Tanjung, Kamis 12 September 2024.
Langkah ini sebenarnya menjadi upaya Bawaslu secara nasional yang digelar serentak di seluruh provinsi se-Indonesia.
Karena itu, sosialisasi pengawasan partisipatif ini akan terus bergulir ke kampus-kampus yang ada di Kaltim sehingga muncul kesadaran masyarakat pentingnya pemilu yang jujur dan adil.
“Kesadaran masyarakat itu muncul karena adanya pemahaman terkait hak dan larangan dalam kepemiluan. Ketika kontrol masif terjadi di masyarakat, otomatis ruang gerak pelanggaran makin sempit. Sehingga pemilu bisa berjalan luberjurdil,” jelasnya.
Mahasiswa yang notabene masuk dalam kategori pemilih muda dan pemilih pemula bisa menjadi garda terdepan untuk memastikan Pilkada se-Kaltim bisa berjalan sehat, tanpa adanya praktik-praktik kecurangan sehingga pemimpin yang lahir dari proses demokrasi ini berkualitas.
Di sisi lain, “Bawaslu Ngampus” ini jadi upaya Bawaslu mengajak mereka bisa lebih aktif terlibat dalam penyelenggaraan pilkada se-Kaltim.
Saat ini, lanjut Galeh, Bawaslu telah membuka rekrutmen pengawas TPS per 12 September 2024. Jika ingin terlibat bisa mendaftar ke Panitia Pengawas Kecamatan yang ada se-Kaltim. (*)
Editor : Almasrifah