Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Elpiji Subsidi Tepat Sasaran! Pakai Kartu Khusus, Kini Warga Dapat Kepastian Pasokan dan Harga Sesuai HET

Denny Saputra • Minggu, 22 September 2024 | 11:00 WIB
HARAPAN: Zarkani (kiri) dan Suriani menunjukkan kartu kendali pembelian tabung elpiji 3 kg yang dibagikan Pemkot Samarinda. (DENNY SAPUTRA/KALTIM POST)
HARAPAN: Zarkani (kiri) dan Suriani menunjukkan kartu kendali pembelian tabung elpiji 3 kg yang dibagikan Pemkot Samarinda. (DENNY SAPUTRA/KALTIM POST)

KALTIMPOST.ID, Di tengah kesulitan ekonomi, warga kurang mampu hanya bisa mengelus dada imbas begitu sulitnya mendapatkan elpiji subsidi 3 kilogram. Selain langka, harganya pun melambung.

Suriani (61), tampak semringah. Kamis (19/9) lalu, dia melepaskan beban, beragam kesulitan yang dihadapi akhir-akhir ini. Salah satunya dalam mendapatkan elpiji subsidi 3 kilogram dari pemerintah. Dia begitu merasakan betapa sulitnya mendapatkan tabung melon agar dapurnya bisa mengepul.

Sehari-harinya, warga yang bermukim di Jalan Pangeran Suryanata, RT 02, Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu ini, terpaksa membeli elpiji 3 kilogram di pengecer dengan harga Rp 30 ribu-35 ribu. Padahal di Samarinda, HET elpiji subsidi di angka Rp 18 ribu.

Program kartu pembelian tabung elpiji 3 kg yang diluncurkan Pemkot Samarinda, Kamis lalu, jadi harapan dirinya dan keluarganya mendapatkan tabung tersebut dengan harga yang sesuai. “Kami selama ini tidak pernah beli di pangkalan. Antre setengah mati, dan belum tentu dapat,” ungkapnya.

Untuk menyambung hidup, Suriani mengandalkan usaha kecil-kecilan yang dirintis sang istri, yakni berjualan nasi kuning. Suriani lebih dari delapan tahun tidak bisa bekerja. “Saat ini kami tinggal serumah bersama sembilan anggota keluarga, dari program kartu pembelian ini, kami mendapat jatah lima tabung per bulan,” ucapnya.

Selain Suriani, raut bahagia juga dirasakan Zarkani (46), warga RT 20, Perum Puspita, Kelurahan Bukit Pinang. Selama ini, untuk mendapatkan gas elpiji demi menjalankan usaha jualan di pasar malam, dia kerap membeli di toko kelontong. “Karena untuk mengantre di pangkalan sangat lama, belum tentu dapat. Harapan dengan program ini, bisa mendapatkan gas elpiji dengan mudah dan harganya yang terjangkau. Selama ini selalu membeli di toko kelontong Rp 35 ribu. Dari program ini kami dapat empat tabung per bulan” ungkapnya.

Dua warga ini merupakan bagian dari 498 kepala keluarga (KK) penerima kartu pembelian gas elpiji 3 kg yang diluncurkan Pemkot Samarinda, Kamis lalu. Kelurahan Bukit Pinang menjadi lokasi pilot project program pembelian gas elpiji tepat sasaran, khususnya bagi warga tidak mampu.

Meskipun jatah yang diberikan cenderung pas-pasan, bahkan kurang. Namun Suriani dan Zarkani sepakat, program ini menjadi harapan mereka membeli tabung elpiji dengan harga yang sesuai dan tanpa antrean. “Cukup tidak cukup, ya dicukupkan,” ungkap keduanya. Untuk diketahui, Pemkot Samarinda meluncurkan program ini untuk mendukung program pemerintah pusat dalam pendistribusian tabung gas bersubsidi agar tepat sasaran. 

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, program ini diinisiasi pihaknya melihat dinamika di masyarakat yang sering mengeluhkan kesulitan mendapatkan tabung gas 3 kg pada momen tertentu. Misalnya mendekati hari besar keagamaan. Dia berharap dengan konsistennya program ini, warga yang benar-benar berhak menikmati gas 3 kg bersubsidi ini, tidak lagi khawatir. 

Karena stok sesuai kebutuhan setiap minggu atau bulan, tersedia di pangkalan. Dirinya pun mengajak Pertamina serta Hiswana Migas agar menjaga situasi, seperti kesulitan mendapat tabung elpiji pada momen tertentu, bisa dihindari. “Ini juga upaya melindungi warga tidak mampu hingga pelaku UMKM yang bersandar penuh pada gas elpiji ini, bertahap bisa teratasi. Insyaallah akan berlaku di seluruh Samarinda,” ungkapnya.

Editor : Uways Alqadrie
#elpiji subsidi #pemkot samarinda #pertamina