Keluhan masyarakat bertahun-tahun tak terlayani air bersih, direspons cepat Perumdam Tirta Kencana Samarinda. Kemarin (23/9), jajaran perumdam langsung tinjau lokasi.
Humas Perumdam Tirta Kencana Samarinda Taufik menuturkan, pihaknya sudah melihat dan mendengar langsung yang menjadi keluhan tersebut. Juga mengonfirmasi laporan masyarakat.
“Namun, warga sekitar terkait masalah surat atau permohonan tidak ada disampaikan ke kami. Sebanyak 40 warga itu permukiman baru. Mereka belum ada bersurat ke kami untuk pemasangan pipa sekunder. Kalau suratnya ada, pasti ada tindak lanjutnya, menentukan langkah yang akan dilakukan. Setelah itu baru bisa menentukan. Beda hal jika sudah bersurat tapi perumdam tidak menindaklanjuti, itu baru salah,” ujarnya.
Disinggung terkait penyampaian langsung ke perumdam, pihaknya tidak tahu karena itu terkait urusan administrasi. “Kalau mau pasang pipa sekunder itu harus bersurat,” tegasnya.
Pada dasarnya, perumdam bersedia membantu masyarakat. Namun, hal itu lagi-lagi harus ada pengajuan dengan bersurat terlebih dahulu. “Perumdam mau pasangkan pipa tapi kalau tidak banyak warga kami rugi. Tapi kalau di dalam situ lebih dari kapasitas dan sesuai perencanaan, pasti dipasangkan,” bebernya.
Perumdam, lanjut dia, hanya menyuplai sampai ke booster. “Nanti dilihat dulu lokasinya, apakah akan berkembang daerah tersebut. Di sana aliran perumdam memang masih bergantian. Kolam itu memang enggak bagus lagi digunakan,” tambahnya. “Kami juga ingin maksimal melayani masyarakat, itu kan income keuntungan. Kalau sekadar penyampaian lisan (dipasangkan pipa sekunder) enggak bisa,” jelasnya.
Taufik membenarkan di sana jalannya air masih tergolong kecil. “Kayaknya enggak bisa masuk pipa sekunder. Kalau ada, harus meningkatkan level distribusi dulu. Kalau sudah naik level distribusinya, naik juga debitnya. Itu baru bisa masuk pipa sekunder,” imbuhnya.
Namun, tentu ada hitung-hitungan tersendiri jika mau masukkan pipa perumdam. “Kami tak bisa menggunakan anggaran sendiri karena yang namanya pengadaan pipa sekunder itu menggunakan anggaran tak sedikit. Kecuali di sana akan ada perkembangan pesat. Misal akan ada perumahan jumlahnya ratusan rumah, itu tanpa swadaya masyarakat pasti mau. Perumdam itu masih minta bantuan lewat dana alokhasi khusus, bantuan keungan atau yang lainnya. Terkait besaran berapa sekali pasang pipa sekunder harus direncanakan dulu,” tegasnya.
Editor : Uways Alqadrie