Pasalnya, dalam video yang beredar itu menggambarkan seolah-olah ospek yang dilakukan panitia menyerupai pendidikan di dunia militer.
Melihat komentar berlebihan, Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Pertanian Untag Samarinda, Emanuel Fandri Dampur angkat bicara. Menurutnya, video yang beredar di sosial media sangat merugikan nama panitia. Sebab, dalam video itu diduga Fandri terdapat unsur penggiringan opini dengan kata -kata yang tidak sesuai dengan realita agenda tersebut.
"Kemudian kami kecewa dengan unggahan video tersebut tanpa ada sepengetahuan dari pemilik video," ucapnya saat dikonfirmasi di Sekretariat Senat mereka, Kamis (26/9) sore.
Ditegaskan Fandri, dalam pelaksanaan itu tidak ada unsur paksaan, tekanan, dan terpaksa dalam mengikuti rangkaian agenda tersebut. Sebab, lanjut dia, mahasiswa baru yang ikut dalam agenda tersebut telah dikonfirmasi lebih dulu sebelum diselenggarakan.
"Kami sudah tanyakan kepada mereka (mahasiswa baru). Mereka bilang, bahwa kegiatannya bagus karena ada dampak positif yang kami dapatkan. Seperti kekompakan, keakraban satu sama lain.
Kami juga sudah klarifikasi kepada orang tuanya, ada salah satu jawaban dari orang tuanya mengatakan bagus kegiatan itu dan mengucapkan terimakasih kepada panitia. Karena menurut orang tua itu, kegiatan itu dapat melatih mental, dan kemudian saling mengenal satu sama lain," terangnya.
Selain itu, sambung dia, peserta yang mengikuti kegiatan tersebut sekitar 23 mahasiswa. Kata Fandri menerangkan hasil konfirmasinya kepada mahasiswa tersebut, bahwa para peserta pun merasa kecewa lantaran video yang viral itu diunggah.
"Kami juga sudah menghadap ke pimpinan fakultas. Mungkin dalam waktu dekat akan ada klarifikasi yang kami lakukan bersama mahasiswa baru dan orang tuanya," tuturnya.
Fandri menceritakan, asal-usul viralnya video itu berawal ketika salah satu panitia pelaksana merekam agenda tersebut. Kemudian diunggah di story instagram pribadinya. Akun mahasiswa yang bersangkutan dalam kondisi privasi, sehingga hanya pengikut atau yang mengikutinya yang dapat melihat. Namun tak disangka, kata dia, ada seorang oknum yang melakukan rekam layar kemudian di kirim ke media sosial tersebut tanpa sepengetahuan atau konfirmasi terlebih dahulu.
"Setelah rekam layar itu dikirim tiba-tiba beredar di berbagai sosial media. Dan menurut saya, keterangan di media sosial itu menyudutkan agenda tersebut. Bunyinya tertulis "melatih militer"," jelas Fandri.
Namun pada tujuan aslinya, lanjut Fandri, agenda itu bertujuan untuk meningkatkan keakraban dan kekompakan mereka, tanpa ada unsur yang lain. "Hanya itu, kami bertujuan agar mereka kompak dan saling akrab," tukasnya.
Editor : Uways Alqadrie