Menurut Fandy, warga sekitar yang menyaksikan insiden tersebut, lalu lintas sebelum insiden tragis itu terjadi berjalan normal. Tak lama berselang, sekitar pukul 08.00 Wita, ada suara benturan keras yang menyebabkan kemacetan.
“Nah, saat itu saya di dalam rumah. Tapi saya dengar ada suara benturan. Apakah truk yang menabrak atau sebaliknya, belum diketahui,” ujarnya, Selasa (1/10).
Fandy kemudian bergegas keluar untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Dalam pantauan Fandy, seorang pengemudi motor berjenis kelamin laki-laki dalam keadaan tergeletak di tengah jalan dan bersimbah darah.
“Helm yang dipakai itu terlepas sudah. Korban tergeletak dan tidak sadarkan diri, sempat macet juga tadi karena menunggu ambulan,” tuturnya.
Kaltimpost.id berusaha mengumpulkan informasi ihwal kronologis kecelakaan tersebut. Nah, jika dilihat dari closed circuit television (CCTV) milik warga yang terpasang di depan rumahnya, sebuah truk diduga kuat mengalami blind spot; titik buta dalam berkendara.
Truk itu kemudian menyerempet pengendara motor yang dikemudikan oleh MTN (27)—ojol. Akibatnya, MTN meninggal ditempat lantaran tak bisa menjaga keseimbangannya setelah diserempet. Almarhum kemudian terjatuh dan terlindas truk tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan data-data kronologis kecelakaan lalu lintas tersebut.
“Sebentar ya mas, nanti kita infokan,” ucap Kanit Laka Satlantas Polresta Samarinda Iptu Jevier.
Editor : Uways Alqadrie