Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Anggarkan Rp 19 Miliar Pemkot Bangun Kolam Retensi Sempaja, Atasi Masalah Banjir di Jalan Padat Karya hingga Perum SLI

Denny Saputra • Rabu, 2 Oktober 2024 | 07:10 WIB
ATASI BANJIR: Beberapa alat berat melakukan pengerukan dan pengangkatan sedimentasi di area pembangunan kolam retensi Sempaja di Jalan Sempaja Lestari Indah (SLI), Senin (30/9). (FOTO: DENNY SAPUTRA)
ATASI BANJIR: Beberapa alat berat melakukan pengerukan dan pengangkatan sedimentasi di area pembangunan kolam retensi Sempaja di Jalan Sempaja Lestari Indah (SLI), Senin (30/9). (FOTO: DENNY SAPUTRA)

KALTIMPOST.ID, Banjir yang kerap mendera kawasan Jalan Padat Karya hingga Perum Sempaja Lestari Indah (SLI) Kecamatan Samarinda Utara kerap menjadi momok menakutkan. Ketinggian banjir yang berkisar 50 cm tak jarang membuat kendaraan tidak bisa melintas. Atas kondisi itu, tahun ini pemkot membangun kolam retensi di Jalan Perum SLI, tepatnya belakang Yugo Mart pada lahan seluas 2,8 hektar.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kolam Retensi Sempaja, Darmadi menerangkan saat ini pekerjaan di lapangan yakni penyiapan area kolam dengan menggali dan memindahkan sedimentasi hasil galian. Progress terkini diakuinya baru mencapai 7 persen. “Masih on schedule. Karena masih menunggu flat sheet pile beton, dalam pengiriman dari pulau Jawa,” ungkapnya.

Dia menyebut bahwa target perkiraan flat sheet pile tiba di Samarinda sekitar minggu kedua Oktober. Setelah itu, langsung dilakukan pemasangan pada sekitar area kolam. “Dengan demikian progresnya akan meningkat signifikan,” singkatnya.

Dia menerangkan, target tahun ini adalah kolam retensi tersebut bisa fungsional dahulu, dengan anggaran yang dialokasikan dari APBD 2024 sekitar Rp 19 miliar. Pada area yang ada daya tampung kolam mencapai 100 ribu meter kubik. “Sementara cukup untuk mengendalikan banjir di dua titik tersebut. karena air dari Jalan Padat Karya akan ditampung di kolam ini dahulu, sebelum dirilis ke saluran drainase Jalan Wahid Hasyim 2 menuju simpang Sempaja,” ungkapnya.

Dia menambahkan dari desain yang dibuat, kawasan itu akan menjadi destinasi wisata juga, dengan kebutuhan total sesuai masterplan sekitar Rp 47 miliar. Kawasan itu akan dilengkapi jogging track, pintu air, pompa beserta rumah pompa, hingga area untuk UMKM. “Itu perencanaan keseluruhan. Namun akhir tahun ini dengan anggaran yang ada, targetnya fungsi utama kolam sebagai pengendali banjir bisa dimaksimalkan,” pungkasnya.

 

Editor : Uways Alqadrie
#banjir #pemkot samarinda