Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pasar Pagi Belum Mencapai 50 Persen, Nasib Eks Pedagang Makin Miris! Khairunnisah Sarankan Pemkot Ikut memperhatikan

Eko Pralistio • Minggu, 6 Oktober 2024 | 13:52 WIB

Khairunnisah (FOTO: IST)
Khairunnisah (FOTO: IST)
KALTIMPOST.ID Progres revitalisasi Pasar Pagi hingga pertengahan tahun 2024 belum bisa mencapai angka 50 persen. Sejumlah pihak manaruh perhatiannya dalam percepatan penyelesaian proyek pembangunan enam lantai tersebut. 

Apalagi kondisi eks dagang Pasar Pagi yang kini berdagang di sejumlah pasar mulai kembang kempis. Sejumlah pedagang dikabarkan beralih profesi menjadi ojek online hingga terpaksa menganggur Karena omset di tempat usaha yang baru jauh dari harapan.

Dampak lain pedagang kesulitan membayar kredit yang diambil jauh sebelum pasar pagi direvitalisasi. Akhirnya banyak pedagang yang dikabarkan terpaksa menjual aset rumah hingga kendaraan untuk bisa membayar kredit atau menghindari kejaran bank.

Tentang hal tersebut Khairunnisah, Akademisi dari Universitas 17 Agustus Samarinda menyebut, inisiatif pemerintah dalam merevitalisasi pasar tua itu patut diapreasiasi. Tujuannya, tidak lain, untuk memperindah serta memberikan kenyamanan kepada warga ataupun pedagang yang berjualan di sana. 

“Kebijakan yang baik dapat dinyatakan berhasil apabila tujuan dan maksud tujuan dapat ditransformasikan melalui implementasi yang efektif dan efisien. Maka, sebuah kebijakan yang dibuat oleh pemerintah juga memerlukan evaluasi untuk mengetahui keberhasilan kebijakan tersebut. Tidak efektif dan efisien dampaknya tentu kepada eks pedagang Pasar Pagi,” ucapnya, Minggu (6/10).

Molornya proses revitalisasi, sambung dia, sering kali disebabkan beberapa faktor. Antara lain, masalah administrasi, pembiayaan, atau teknis di lapangan. Namun jika kendala datang dari anggaran, pemerintah mestinya sedari awal memiliki skala prioritas. 

“Maka, dengan adanya kemoloran ini pastinya akan menjadi masalah terutama berkaitan dengan para pedagang yang direlokasi. Pemerintah diharapkan lebih teliti dalam perencanaan revitalisasi pasar pagi ini dan itu sangat penting agar dampak sosial yang diciptakan bisa dihindari,” sambungnya.

Pihaknya menyarankan, revitalisasi pasar tersebut perlu ditangani dengan pendekatan yang mengedepankan dialog antara pihak-pihak terkait, yakni pemerintah, kontraktor, dan masyarakat atau pedagang. Pun penegakan hukum harus dilakukan jika ada pelanggaran yang jelas dan merugikan kepentingan publik. 

Lalu, seperti apa dampak yang akan diterima pedagang? Khairunnisa melanjutkan, para pedagang mungkin merasa cemas tentang masa depan usaha mereka dan dampak finansial akibat dari molornya revitalisasi tersebut. 

Meski perpanjangan sewa kabarnya akan dilakukan. Namun rasa ketidakpastiaan tetap mereka rasakan. Sebab, tempat relokasi yang disediakan pemerintah memiliki perbedaan dari Pasar Pagi sebelum di revitalisasi. Misalnya seperti lahan parkir yang susah dijangkau, termasuk jenis kios yang berbeda, serta daya beli yang menurun. Hal tersebut, sambung dia, bisa saja menjadi faktor penurunan pendapatan para pedagang. 

“Maka, solusi dari permasalahan tersebut, tak hanya memperpanjang penyewaan kios di tempat relokasi, melainkan dapat memberikan pembinaan mental melalui edukasi. Guna pemberdayaan pedagang untuk mempersiapkan diri berjualan pada pasar yang modern tersebut atau untuk sementara bertahan hingga pembangunan selesai,” tukasnya mengakhiri.

Editor : Uways Alqadrie
#Pedagang Pasar Pagi #pemkot samarinda