Plaza Mulia sepertinya kalah cantik dari pusat perbelanjaan di sekitarnya. Sebut saja, Big Mall serta Samarinda Central Plaza, yang lebih ramai diserbu pengunjung, terutama pada hari libur.
Untuk diketahui, mal itu didirikan di atas lahan seluas 46.649 meter persegi. Diresmikan eks Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak pada 3 Mei 2010 silam, dan beroperasi untuk masyarakat umum.
Konon katanya, mal yang terletak di Jalan Bhayangkara ini sempat mengalami kejayaan pada 2010 silam. Namun, setelah pandemi Covid-19 melanda (2020) kejayaan tersebut mulai rontok. Itu dapat dilihat dari beberapa gerai yang menarik diri lantaran daya beli di mal tersebut mulai menurun.
Mengapa kalah cantik? Dalam pantauan Kaltimpos.id, warna di bagian depan mal itu masih terbilang baik. Meski sedikit perlu adanya pelumasan warna agar terlihat cerah dan memanjakan mata.
Begitu masuk ke dalam, melalui pintu parkir di bawah bagian kanan, terdapat beberapa petugas yang menjaganya. Kendaraan yang dibawa wartawan ini naik hingga ke lantai dua, tempat parkiran motor. Tampak suasana suram tergambarkan akibat dari pencahayaan yang kurang.
Menuju ke lantai dua. Di sana, tidak ada tanda-tanda kios yang aktif berjualan. Bahkan, eskalator yang menghubungkan naik ke lantai tiga tak berfungsi, sebagian juga ditutup karena dalam perbaikan. Terpaksa pengunjung wajib berjalan kaki demi mencapai tujuan.
Menuju ke lantai satu. Beberapa tenant mulai terlihat aktif berjualan. Ada dua tempat yang masih dinikmati pengunjung. Yakni J-co dan KFC. Ada juga kios yang menjual aksesoris dan pakaian.
“Saya ke sini nonton aja sih, mas. Kurang tahu juga kenapa bisa sepi pengunjung padahal lumayan bagus kok mal-nya,” ungkap Ryan Bayu (24).
Ryan bersama pasangannya sudah dua kali berkunjung ke mal tersebut. Tujuannya hanya satu, menonton film. Meski begitu, dirinya pun ikut prihatin terhadap kondisi mal yang memiliki lokasi strategis tersebut.
“Sayang sih. Karena lokasinya pas di tengah-tengah kota. Mungkin perlu ada perubahan atau dimanfaatkan untuk agenda yang lain, agar tidak terkesan horror,” jelasnya.
Di bagian lantai 3, suasana horor mulai luntur. Ya, pengunjung cukup ramai menantikan film yang ingin disaksikan. Hingga saat ini, CGV atau Cultural Greet Vital, masih diminati warga Samarinda.
“Nonton film saja. Habis nonton pulang. Sering ke sini tapi nonton aja, kadang nemani adik saya kalau ada kegiatan sekolah nonton,” singkat Putri (27), pengunjung mal tersebut.
Editor : Uways Alqadrie