Salah seorang pengunjung dari Kecamatan Samarinda Utara, Hani mengatakan, beberapa fasilitas penunjang ruang terbuka hijau ini cukup baik. Namun dia mengaku tidak bisa menggunakan toilet karena airnya tidak mengalir. “Kalau bisa diperbaiki agar pengunjung nyaman disini,” ucapnya, ditemui Selasa (15/10).
Sementara itu, keberadaan booth UMKM juga tidak maksimal, Pemilik usaha Gaya Ice Cream Anas mengatakan dirinya baru saja aktif membuka standnya sejak Jumat (11/10) lalu. Sehingga tidak sedikit pengunjung yang menjadi pelanggannya. “Kalau yang lain belum buka. Disini paling ramai Sabtu-Minggu,” ujarnya.
Dia menerangkan padatnya kunjungan warga membuat dirinya kebanjiran untung, bahkan pernah dalam sehari mencatatkan omset Rp 6 juta. Tentunya kondisi itu fluktuatif tergantung besarnya jumlah pengunjung, yang biasanya terjadi saat akhir pekan “Memang tidak menentu, pada hari biasa pengunjung Teras Samarinda tidak begitu banyak dikunjungi,” singkatnya.
Namun demikian dirinya berharap agar fasilitas penunjang yang ada lebih dimaksimalkan misalnya toilet yang kerap dikeluhkan pengunjung. “Tempatnya nyaman banget, sisa airnya saja yang kadang suka mati,” singkatnya.
Sebagai informasi, Teras Samarinda yang berada di Jalan Gajah Mada diresmikan walikota Samarinda Andi Harun Senin (9/9) lalu. proyek senilai Rp 36,9 miliar itu dibangun sejak 2023 dan baru rampung di 2024.
Editor : Uways Alqadrie