Terkait UMKM yang ada di teras Samarinda, Asisten II Pemkot Samarinda Marnabas Patiroy mengaku, penggunaan sistem aplikasi dilakukan penilaian berdasarkan objektivitas. Berdasarkan beberapa indikator penilaian, dan itu semuanya dilakukan Diskominfo Samarinda. “Tapi nanti adalah segmen untuk BUM-RT atau lainnya. segmen saat ini belum,” ucapnya.
Dia pun menegaskan ketika ada pertanyaan, mengapa saat awal pembukaan, BUM RT dapat kesempatan, tetapi setelah dilakukan penjaringan melalui aplikasi, tidak terakomodir. Hal itu murni, karena saat awal memang pengisian stand dilakukan acak. “Makanya ke depan, akan diperhatikan semua masukan warga. kami konsisten, bahwa pendaftaran melalui aplikasi yang digunakan saat ini,’ singkatnya.
Dia berharap masyarakat memahami kondisi ini, meskipun saat ini ada satu booth yang kosong, namun karena menggunakan aplikasi, ada nomor urut yang sudah dibuat berdasarkan skor penilaian. “Karena kalau sistem ini dilanggar, maka akan rusak keseluruhan,” tegasnya.
Dia menerangkan pada segmen-segmen selanjutnya akan dibuat juga area UMKM sesuai segmennya. Pihaknya juga tengah mempertimbangkan, dibuat beberapa booth sementara di area parkir motor saat ini, agar pengunjung sebelum ke teras Samarinda bisa membeli makanan untuk di makan di area teras.
“Ini masih dalam wacana. Kalau pun booth sementara itu jadi dibangun, maka bisa digunakan dulu. Tetapi ketika pembangunan Segmen 3 dimulai, booth tersebut bisa dibongkar, digantikan tempat baru yang lebih layak, baik dan sesuai standar perencanaan bangunan pada desain perencanaan,” pungkasnya.
Editor : Uways Alqadrie