KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pembangunan terowongan di Samarinda terus berjalan sesuai target. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai 60,54 persen. Saat ini kontraktor pelaksana dari PT Pembangunan Perumahan (PP) terus mengerjakan penggalian dari dua sisi, inlet dan outlet saluran terowongan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Terowongan Samarinda, Rezky Samudra Aprilyan mengatakan, saat ini panjang galian inlet sudah mencapai 180,75 meter. Sedangkan pada outlet penggalian sudah dilakukan sepanjang 118,75 meter. “Meskipun belum terhubung sepenuhnya, namun pekerjaan terus dikebut agar target penyelesaian pada April 2025 dapat tercapai,” ucapnya, Jumat (8/11).
Dia menjelaskan beberapa pekerjaan yang saat ini sedang dilakukan di lapangan meliputi penggalian terowongan, pengecoran lining dan invert terowongan. Selain itu pelaksana juga tengah memasang rock bolt untuk pengamanan terowongan. “Ini merupakan bagian dari pekerjaan konstruksi terowongan,” singkatnya.
Mengenai kendala yang dihadapi di lapangan, diakuinya memang ada, misalnya kerusakan alat. Masalah lain kondisi batuan yang tidak sesuai perkiraan, dari perencanaan dengan temuan di lapangan saat penggalian. “Namun, kami telah menyiapkan solusi alternatif dengan melakukan perbaikan alat dan penambahan alat baru," terangnya.
Dia menambahkan, berkaca dengan laporan progress terkini, sisa pekerjaan penggalian sekitar 100,5 meter, dengan total panjang sesuai perencanaan sekitar 400 meter. Dia diharapkan terowongan ini dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat Samarinda. “Adanya terowongan ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan memperlancar akses transportasi di wilayah tersebut,” pungkasnya.
Sebagai informasi terowongan ini akan menghubungkan Jalan Sultan Alimudin menuju Jalan Kakap Kelurahan Sungai Dama kecamatan Samarinda Ilir. Infrastruktur bernilai sekitar Rp 395 miliar ini diharapkan mengurangi beban kendaraan yang melintas khususnya di Jalan Otto Iskandardinata, Kecamatan Samarinda Ilir. Mengingat kondisi kontur jalan yang menanjak/turunan membuat akses tersebut rawan kecelakaan. Padahal keberadaan akses tersebut sangat vital. (dns/ind)
Editor : Indra Nuswantoro