Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Guru Usul Angkutan Pelajar di Samarinda untuk Atasi Kemacetan, Dishub: Tahun Depan Baru Perencanaan

Denny Saputra • Senin, 16 Desember 2024 | 16:08 WIB

BAHAS: Suasana FGD Perencanaan Pengadaan Pelayanan Angkutan Umum Massal di samarinda, yang diinisiasi Dishub Samarinda awal Desember lalu. (FOTO: DENNY SAPUTRA)
BAHAS: Suasana FGD Perencanaan Pengadaan Pelayanan Angkutan Umum Massal di samarinda, yang diinisiasi Dishub Samarinda awal Desember lalu. (FOTO: DENNY SAPUTRA)
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kemacetan di sejumlah ruas jalan di Samarinda, terutama di sekitar sekolah, menjadi persoalan serius yang perlu segera dicari solusinya. Salah satu solusi yang diajukan adalah dengan menyediakan angkutan umum khusus pelajar.

Hal ini disampaikan oleh Hadi Krismanto, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMK 4 Samarinda dalam Forum Group Discussion (FGD) Perencanaan Pengadaan Pelayanan Angkutan Umum Massal di Samarinda yang digelar Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda beberapa waktu lalu.

Hadi mengungkapkan, keberadaan angkutan pelajar sangat dibutuhkan untuk mengurangi jumlah kendaraan pribadi yang lalu lalang di sekitar sekolah, sehingga dapat meminimalisir kemacetan. "Kami berharap pemerintah segera mewujudkan fasilitas umum ini, terutama di titik-titik yang sering terjadi kemacetan seperti di sekitar sekolah kami," ujarnya.

Sebagai informasi, SMK 4 Samarinda di berada di Jalan KH Ahmad Dahlan Kecamatan Samarinda Kota. Sekolah tersebut berdekatan dengan SMP 2 Samarinda, SMP 37 Samarinda, MTS Normal Islam, SMP Aminah Syukur, dan SMA Islam.

Senada dengan Hadi, sejumlah guru lainnya juga mengeluhkan kondisi lalu lintas di sekitar sekolah yang semakin padat. Mereka berharap adanya solusi konkret dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini.

Menanggapi usulan tersebut, Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah fokus pada penyediaan transportasi publik berbasis bus listrik yang ditargetkan beroperasi pada 2025.

"Untuk angkutan pelajar, kami akan mulai menyusun perencanaannya pada tahun 2025. Ini merupakan dua hal yang berbeda," tegasnya.

Meski demikian, Manalu berharap adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk DPRD Samarinda, untuk mengalokasikan anggaran yang cukup guna mewujudkan angkutan pelajar. "Kami berharap ada keberpihakan anggaran untuk pemenuhan transportasi publik, khususnya bagi pelajar," ungkapnya.

Manalu juga mengakui bahwa masih banyak orang tua yang membiarkan anaknya berangkat sekolah menggunakan sepeda motor. Oleh karena itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda untuk membuat edaran larangan siswa menggunakan kendaraan bermotor. “Karena banyak catatan kecelakaan berasal dari kendaraan roda dua,” pungkasnya.

 

Editor : Uways Alqadrie
#kemacetan #Angkutan Pelajar #pemkot samarinda #dishub samarinda