Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

  DPUPR Samarinda Siapkan Solusi Permanen untuk Masalah Longsor di Jalan Merdeka Timur

Denny Saputra • Jumat, 20 Desember 2024 | 18:34 WIB

 

 

BAHAYA: Akses Jalan Merdeka Timur, Kecamatan Sungai Pinang yang masih ditutup sementara akibat longsor pada Rabu (18/12).
BAHAYA: Akses Jalan Merdeka Timur, Kecamatan Sungai Pinang yang masih ditutup sementara akibat longsor pada Rabu (18/12).
 

SAMARINDA – Pergerakan tanah yang terus terjadi di area longsor Jalan Merdeka Timur, Kecamatan Sungai Pinang menuju Jalan Damai 2 Kecamatan Samarinda Ilir, membuat Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda berupaya serius mencari solusi permanen.

Saat ini, akses tersebut masih ditutup sejak Rabu (18/12) karena tim DPUPR masih melakukan pembersihan sedimentasi yang menutup badan jalan. Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPUPR Samarinda Hendra Gunawan menjelaskan, karakteristik tanah di lokasi longsor yang berupa lempung dengan kadar air tinggi menjadi penyebab utama terjadinya pergerakan tanah.

Kondisi ini diperparah dengan adanya cekungan di bagian atas yang menampung air hujan, ditambah curah hujan yang tinggi menuju akhir tahun ini. "Kami sudah melakukan penanganan beberapa kali, namun pergerakan tanah terus terjadi," ungkap Hendra, Jumat (20/12).

Sebagai upaya jangka pendek, DPUPR Samarinda saat ini fokus pada pembersihan material longsor yang menutupi badan jalan. Namun, untuk mengatasi masalah secara tuntas, pihaknya telah merencanakan penanganan jangka panjang berupa pemangkasan area perbukitan yang berpotensi longsor. "Dengan pemangkasan, diharapkan tidak ada lagi material tanah yang longsor ke badan jalan," jelasnya.

Terpisah, Kabid Bina Marga DPUPR Samarinda Budy Santoso menerangkan bahwa pihaknya telah mengusulkan anggaran sebesar Rp 2,9 miliar untuk proyek pemangkasan bukit pada APBD 2025. Pihaknya pun sudah turun melakukan pengecekan di lapangan beberapa waktu lalu. "Kami memilih opsi pemangkasan karena dinilai lebih efektif dan efisien dibandingkan membangun turap," ujarnya, Jumat (20/12).

Budy berharap, proyek ini dapat dimulai pada awal Januari 2025. Sedangkan itu, untuk penanganan sementara, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan untuk melakukan pembersihan material longsor jika terjadi pergerakan tanah susulan.

“Sementara akses tersebut kami tutup menghindari adanya pengendara jalan yang kecelakaan karena badan jalan yang licin akibat lumpur,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Suwarso, menjelaskan bahwa curah hujan yang tinggi memicu tanah longsor di beberapa titik di Samarinda. Longsor di jalan ini cukup parah karena menutup sebagian badan jalan. “Bahkan, ada beberapa kendaraan roda dua yang terjatuh akibat tanah yang licin," ujarnya, Kamis (19/12).

Dia menjelaskan tim gabungan BPBD Samarinda dan DPUPR Samarinda telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pembersihan dan evakuasi material longsor dengan excavator untuk membersihkan material longsor dan memindahkannya ke tempat yang aman. “Ini upaya sementara, karena tanah di di sisi gunung, masih terus bergerak. Tanah bercampur air membuat longsor," jelasnya. (*)

 

editor: sukri sikki

Editor : Sukri Sikki
#DPUPR Samarinda #budy santoso