KALTIMPOST.ID, Sejumlah kendala masih mengadang dalam menerapkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Samarinda.
Program ini bertujuan memberikan makanan sehat dan bergizi kepada siswa sekolah, namun realisasi di lapangan belum sepenuhnya berjalan sesuai harapan.
Komandan Kodim 0901 Samarinda, Kolonel Inf Yusub Dody Sandra, mengungkapkan bahwa kesiapan dapur umum menjadi salah satu kendala utama.
Saat ini tiga dapur umum yang direncanakan menjadi pusat distribusi makanan bergizi belum dapat beroperasi maksimal.
"Penyiapannya memang belum sepenuhnya sesuai standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN). Kami masih menunggu peralatan memasak yang sesuai standar tersebut," ujarnya, Jumat (24/1).
Namun, ada kabar baik. Peralatan memasak yang dibutuhkan kini dalam perjalanan dari Jakarta menuju Samarinda.
"Proses pengirimannya sedang berlangsung. Kalau ada keterlambatan dari ekspedisi, mohon dimaklumi. Semua ini butuh waktu," tambahnya.
Di sisi lain, program MBG juga memunculkan keluhan dari pengelola kantin sekolah.
Mereka mengaku pendapatan menurun karena siswa kini mendapatkan makanan bergizi secara gratis.
Disingungg perihal keluhan pengelola kantin, Yusub meminta masyarakat, terutama pengelola kantin, untuk memahami situasi ini.
"Program ini baru diterapkan di beberapa sekolah. Kalau biasanya kantin menjual 50 porsi makanan dan kini berkurang, kami harap bisa dimaklumi. Kantin tetap bisa berjualan seperti biasa, dan siswa yang memiliki uang saku tetap dapat membeli makanan di sana," ujarnya.
Untuk menjawab persoalan tersebut, Yusub menyarankan kantin sekolah berinovasi dengan menyediakan menu alternatif. Menurutnya, hal ini tidak hanya membantu kantin tetap beroperasi, tetapi juga memberi pilihan kepada siswa.
"Porsi yang dijual bisa dikurangi, lalu siapkan menu alternatif. Dengan begitu, siswa yang memiliki uang saku lebih tetap bisa membeli makanan. Selain itu, pilihan makanan yang beragam juga akan membuat siswa tidak bosan," jelasnya.
Editor : Hernawati