Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Desa Budaya Pampang Lumpuh Akibat Banjir, 96 Bangunan Terdampak, Kini Berstatus Siaga

Eko Pralistio • Senin, 27 Januari 2025 | 19:22 WIB
BANJIR: Yang melanda Desa Budaya Pampang, wilayah Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara, membutuhkan perhatian serius.
BANJIR: Yang melanda Desa Budaya Pampang, wilayah Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara, membutuhkan perhatian serius.

KALTIMPOST.ID, Hujan deras yang mengguyur sejak Minggu (26/1) menyebabkan puluhan wilayah di Kota Samarinda terendam banjir.

Tak hanya jalanan, air juga menggenangi permukiman warga dan fasilitas umum di Desa Budaya Pampang, Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara, Senin (27/1).

Sebanyak 96 bangunan di empat RT terendam banjir dengan ketinggian air mencapai puluhan sentimeter hingga satu meter.

Akibatnya, warga yang terdampak hanya bisa bertahan di rumah dan tidak dapat beraktivitas seperti biasa.

“Tidak ada warga yang mengungsi, tetapi khususnya di RT 2, mereka tidak bisa keluar rumah. Sejak malam (26/1), beberapa warga sudah melaporkan kenaikan air. Bahkan, mereka tidak bisa memasak karena tidak dapat membeli bahan makanan,” ujar Ketua RT 2, Semusat.

Ia menjelaskan, ini adalah banjir besar pertama di awal tahun. Air mulai naik sejak pukul 00.00 Wita dan mencapai puncaknya sekitar pukul 02.00 Wita.

Saat itu warga mulai menyelamatkan barang-barang mereka.

“Ketinggian air di RT 2 mencapai satu meter. Di wilayah saya, ada 109 kepala keluarga yang terdampak, termasuk perkebunan warga seluas dua hektare,” tambahnya.

Lurah Pampang, Sofyandi, menuturkan bahwa 96 bangunan yang terendam meliputi permukiman warga dan fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, serta kantor kelurahan.

“Banjir paling parah terjadi di RT 1 dan RT 2. Bahkan, fasilitas pendidikan dan kantor kelurahan juga ikut terendam,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa sebagian besar rumah di Desa Budaya Pampang berbentuk panggung, sehingga warga tidak mengungsi. Namun, banjir setinggi pinggang orang dewasa membuat aktivitas warga terhenti.

Selain itu, sekitar 30 hektare lahan perkebunan warga, yang didominasi tanaman sawit, pisang, jagung, cabai, dan sawi, turut terendam.

“Saat ini sebanyak 93 kepala keluarga dengan total 372 jiwa terdampak. Tim BPBD Samarinda sudah turun ke lokasi untuk membantu. Syukurlah tidak ada korban jiwa dalam insiden ini,” jelas Sofyandi.

Senada dengan itu, Kepala Pelaksana BPBD Samarinda, Suwarso, menjelaskan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur Samarinda sejak Minggu pagi (26/1) hingga siang hari.

“Hujan menyebabkan air melimpas dari perbatasan Samarinda dengan Kutai Kartanegara (Tanah Datar) ke wilayah hilir, terutama di daerah aliran Sungai Karang Mumus, Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara,” terangnya.

Menurut Suwarso, informasi dari BMKG Kaltim memprediksi Samarinda masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga sore, sehingga Desa Budaya Pampang kini berstatus siaga selama 24 jam.

Ia menambahkan, penyebab utama banjir di kawasan Pampang diduga akibat sedimentasi dan kerusakan lingkungan di wilayah hulu.

Hal ini diperparah oleh pengerukan resapan air dari Bandara APT Pranoto.

“Penanganan serius diperlukan di wilayah hulu Sungai Lantung yang mengarah ke DAS Karang Mumus, yang diduga mengalami sedimentasi dan kerusakan lingkungan,” tutupnya.

Editor : Hernawati
#banjir #Desa Budaya Pampang #Hujan Mengguyur