Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Beli Gas di Pangkalan Resmi tapi Terkadang Habis, Warga Samarinda Ini Keliling Cari Gas

Eko Pralistio • Senin, 3 Februari 2025 | 17:00 WIB
Aktivitas pembelian gas elpiji 3 kilogram di salah satu pangkalan resmi mulai ramai.
Aktivitas pembelian gas elpiji 3 kilogram di salah satu pangkalan resmi mulai ramai.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram atau "gas melon" terus membuat warga resah. Sejak pemerintah memberlakukan sistem pembelian menggunakan KTP dan di pangkalan resmi, sebagian besar masyarakat kesulitan mendapatkan gas untuk keperluan sehari-hari.

Saiful, warga Samarinda, mengaku sudah merasakan sulitnya mendapatkan gas jauh sebelum aturan baru diberlakukan. Menurutnya, kelangkaan mulai terasa sejak Desember 2024, menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

"Mencari satu tabung saja susah. Sekarang makin sulit karena harus beli pakai KTP sesuai domisili dan di pangkalan resmi. Kalau stok di wilayah sendiri habis, ya terpaksa keliling cari di tempat lain," keluhnya, Senin (3/2).

Saiful bahkan sempat pergi ke pangkalan gas di Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, namun harus pulang dengan tangan kosong karena stok habis.

"Selain langka, pelayanan juga sering kurang baik. Tadi saya ketemu warga dari Kelurahan Lempake yang juga kesulitan mendapatkan gas di wilayahnya sendiri," tambahnya.

Di sisi lain, pemilik pangkalan Anugrah gas elpiji di Jalan Sentosa, Fatimah, mengungkapkan bahwa pihaknya benar-benar menerapkan aturan pembelian sesuai KTP untuk memastikan distribusi yang merata.

"Kami hanya menjual gas kepada warga di wilayah pangkalan kami, sesuai aturan. Setiap hari, kami bisa menjual hingga 150 tabung, tetapi jumlah itu tidak selalu tersedia. Terkadang agen hanya mengirim 75 atau 100 tabung saja," ujarnya.

Fatimah menegaskan bahwa pangkalannya tidak pernah menjual gas ke pengecer. Warga datang sendiri untuk membeli, meskipun stok yang tersedia sering kali tidak mencukupi kebutuhan masyarakat.

"Harga per tabung Rp 18 ribu, tapi kalau stok terbatas, kami tidak bisa berbuat banyak. Nah, kalau mengikuti kebutuhan warga dengan stok 100 tabung per hari atau dua hari sekali, tentu di wilayah kami kurang," tukasnya. (*)

Editor : Almasrifah
#gas elpiji 3 kg #pangkalan resmi #ktp #gas melon #samarinda