Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Warga Miskin Tak Perlu Antre Gas Subsidi, Pemkot Samarinda Jamin Distribusi Elpiji 3 Kg Tepat Sasaran dengan Kartu Kendali

Denny Saputra • Rabu, 5 Februari 2025 | 20:30 WIB
Asisten II Sekkot Samarinda Marnabas
Asisten II Sekkot Samarinda Marnabas

KALTIMPOST.ID-Warga miskin di Samarinda tidak perlu risau. Pasalnya stok tabung elpiji 3 kg bagi mereka, tersedia di pangkalan terdekat tempat tinggal. Itu berkat program kartu kendali yang telah diluncurkan sejak September 2024.

Di tengah kisruh distribusi gas melon, saat ini Pemkot Samarinda memastikan distribusi elpiji 3 kg kepada masyarakat miskin berjalan lancar. Langkah itu diambil untuk memastikan subsidi gas tepat sasaran dan mencegah penyalahgunaan.

Asisten II Sekkot Samarinda Marnabas mengatakan pihaknya telah melakukan verifikasi data secara menyeluruh. Itu dilakukan untuk memastikan semua warga miskin yang berhak mendapatkan kartu kendali.

Bahwa program itu sudah dilaksanakan sejak akhir 2024 lalu. “Kami sudah distribusikan sebanyak 18.653 kartu kendali kepada kepala keluarga miskin,” bebernya.

Dengan adanya kartu kendali itu, diharapkan penyaluran elpiji 3 kg bisa lebih terkontrol dan transparan.

Masyarakat yang telah terdaftar sebagai penerima subsidi dapat membeli gas melon dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Yakni di Samarinda Rp 18.000 per tabung.

Bahkan tidak perlu mengantre karena jatahnya ada di tiap-tiap pangkalan.

“Kami telah memberikan daftar penerima kartu kendali di setiap agen dan pangkalan. Jadi, masyarakat bisa mengecek langsung apakah mereka termasuk dalam daftar tersebut,” tegasnya, Rabu (5/2).

Marnabas menerangkan, Pemkot Samarinda saat ini masih fokus pada penyaluran elpiji 3 kg kepada masyarakat miskin. Sebab datanya terus berubah, seiring perkembangan ekonomi.

Setelah memastikan penyaluran elpiji 3 kg kepada masyarakat miskin berjalan lancar, baru kemudian akan dilakukan penyaluran untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Untuk UMKM, mereka masih bisa membeli elpiji 3 kg di pangkalan. Namun dengan kuota yang terbatas dan mendaftar menggunakan KTP, sesuai persyaratan Pertamina,” ujarnya.

Dia menambahkan Pemkot Samarinda akan terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program kartu kendali itu.

Jika ditemukan adanya penyimpangan, maka akan segera dilakukan tindakan tegas. “Kami akan terus melakukan pengawasan untuk memastikan bahwa elpiji 3 kg hanya dinikmati oleh masyarakat yang benar-benar berhak,” tegasnya.

Marnabas meminta warga untuk turut membantu menginformasikan warga di sekitar rumahnya, jika ada yang mengalami perubahan kondisi ekonomi, untuk melaporkan ke ketua RT setempat.

Nantinya bisa diusulkan kepada pihak kelurahan bersama TKSK di kelurahan untuk memverifikasi, kebenarannya.

“Karena ekonomi warga ini fluktuatif. Bisa saja ada hari ini mampu, tetapi besok menjadi keluarga tidak mampu. Begitu juga jika menemukan kartu kendali dinikmati kalangan mampu agar melaporkan. Jika benar ada penyalahgunaan, tentu akan dicabut,” tegasnya. (rd)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46

Editor : Romdani.
#ibu kota nusantara #gas subsidi #elpiji 3 kg #pemkot samarinda #kartu kendali gas #gas melon 3 kg