KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjadi amanat nasional terus dikawal oleh puskesmas di berbagai daerah, termasuk Puskesmas Air Putih, Samarinda. Namun, pelaksanaan program ini masih terkendala keterbatasan tenaga kesehatan (nakes).
Dari total pasien harian yang mencapai 70-80 orang, puskemas ini hanya mampu melayani sekitar 10 persen untuk CKG setiap harinya.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Puskesmas Air Putih, drg Zheditya Ayu Syawalia, dalam sela kick-off nasional program CKG, Senin (10/2). Menurutnya, animo masyarakat terhadap program ini masih rendah, yang kemungkinan besar disebabkan oleh kurangnya publikasi serta kekhawatiran masyarakat terhadap hasil pemeriksaan.
“Boleh jadi akibat publikasi yang masih minim, di samping itu masyarakat masih ada ketakutan ketika di CKG penyakit ketahuan,” ujar drg Zheditya.
Ia menjelaskan bahwa sejak simulasi program ini dimulai pada Selasa (4/2), pasien yang datang untuk mengikuti CKG selalu ada, namun jumlahnya tidak signifikan, hanya sekitar 1-2 orang per hari.
Dalam rapat internal, telah disepakati bahwa jumlah pasien CKG dibatasi hanya 10 persen dari total pasien harian, yakni sekitar 7-8 orang. “Nanti tidak ada pembedaan secara alur. Ikut alur pendaftaran pasien seperti biasa,” tambahnya.
Mulai Senin (10/2), masyarakat sudah bisa menikmati layanan ini, khususnya di fasilitas kesehatan milik pemerintah. Drg Zheditya berharap program ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.
“Tujuan utamanya adalah menurunkan angka kesakitan dan menemukan penyakit di awal, sehingga bisa menekan angka pengobatan. Makanya dinamakan cek atau pemeriksaan sebagai deteksi dini penyakit,” tutupnya.
Editor : Uways Alqadrie