Balap liar (Bali) dan perjudian sangat berkaitan. Beberapa pekan lalu, polisi menangkap dua pembalap bersertifikasi Ikatan Motor Indonesia (IMI) lengkap dengan taruhan.
SAMARINDA–Kapolresta Night Race Drag Bike sejatinya digagas untuk mengurangi adanya balap liar, yang kerap menggungakan jalanan umum sebagai sirkuit dadakan.
Hal itu jelas berdampak terhadap aktivitas pengendara lain yang juga sesama pengguna jalan. Parahnya, beberapa kali balap liar justru sampai menutup badan jalan. Satlantas Polresta Samarinda tak ingin tinggal diam.
Beberapa bulan lalu, dua pembalap yang mengantongi kartu izin start (KIS) dari IMI, kedapatan hendak balap liar di Simpang Mal Lembuswana.
Beberapa rekannya berperan sebagai pengepul dan penampung uang taruhan. Sebelum start, polisi meringkusnya. Mereka mengaku karena di Samarinda minim gelaran. Terlebih impitan ekonomi, sehingga tak bisa jadi joki motor di gelaran resmi.
Ajang balap motor drag digagas kepolisian. Hal itu demi mengurangi aktivitas balap liar. Mengambil tempat sirkuti non permanen di Jalan Kusuma Bangsa, Samarinda. Bertajuk Kapolres Cup Night Race Drag Bike.
Namun, ada ulah oknum warga. Beberapa pemuda yang diduga tak terpantau petugas, justru menjadikan ajang tersebut sebagai arena perjudian.
Beberapa video berdurasi singkat sampai ke awak redaksi harian ini. Gambar bergerak seorang pemuda “melambai-lambaikan” uang.
Di bagian awal, pemuda yang mengenakan hoodie hitam dengan celana panjang jins, menawarkan pasangan taruhan menyebut angka 100 sembari melambaikan uang Rp 100 ribu. Dari seberang tempat pemuda tersebut berdiri, ada warga lain yang menyambut. “Sini 100, sini 100,” ucapnya sembari berteriak. “Sini 250,” ucap pemuda tersebut sembari melambaikan uang pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu.
Dari pengamatan media ini, praktik perjudian itu berada di dekat garis finih. Tak jauh dari gerbang ke kawasan GOR Segiri. Bukan hanya satu, melainkan beberapa orang yang berteriak laiknya pengepul uang taruhan.
Hal itu justru mencederai gelaran tersebut. Event yang sejatinya bisa digunakan untuk hiburan masyarakat sembari menunggu Sahur, justru berbuah aktivitas negatif.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar juga terkejut adanya aktivitas terselubung yang seharusnya tak terjadi. “Kami pasti akan tindak tegas terkait dengan adanya perjudian dalam lomba tersebut,” ujar perwira menengah Polri berpangkat melati tiga tersebut. Dia berjanji akan menangkap dan menindak tegas.
Hendri juga menuturkan, akan melakukan penambahan personel untuk agenda selanjutnya. “Berseragam dan yang tidak, akan kami sebar,” kuncinya.
Editor : Dwi Restu A