Renovasi tersebut mencakup perbaikan struktural, arsitektural, dan kelistrikan, menjadikan Stadion Segiri lebih aman dan nyaman untuk pertandingan sepak bola.
Salah satu perubahan besar adalah peningkatan kapasitas, dari sebelumnya 11.000–12.000 penonton menjadi sekitar 13.000–14.000 penonton.
Selain itu, akses menuju stadion kini lebih optimal dengan tiga akses utama, empat akses perimeter kedua, dan 20 akses ke perimeter ketiga.
Tak hanya lebih megah, stadion ini juga telah memenuhi standar internasional FIFA, menjadikannya salah satu venue terbaik di Bumi Etam.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa pengelolaan Stadion Segiri kini resmi berada di tangan Pemkot Samarinda setelah pelimpahan dari Pemprov Kaltim melalui PJ Gubernur Akmal Malik.
"Kini stadion sudah digunakan oleh Borneo FC untuk semua pertandingan. Mari kita rawat dan jaga bersama, karena ini adalah aset berharga bagi kita semua," ujarnya.
Andi Harun juga menafsirkan pidato Presiden Prabowo yang menegaskan bahwa sepak bola bukan sekadar olahraga, tetapi juga simbol harga diri bangsa.
"Seperti yang disampaikan Pak Presiden, sepak bola adalah pemersatu bangsa dan menjadi lambang kehormatan di era modern," katanya.
Di Samarinda, kehadiran Borneo FC serta klub-klub lokal lainnya diharapkan dapat mencetak talenta berbakat yang mampu bersaing di level nasional dan internasional.
"Semua klub ini setidaknya bisa berkontribusi dalam melahirkan pemain Timnas, termasuk untuk pra-Kualifikasi Piala Dunia 2026. Semoga kita bisa lolos ke piala dunia," tukasnya. (*)
Editor : Almasrifah