KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Pemkot Samarinda menerima kunjungan kehormatan dari Konsulat Jenderal Australia di Makassar, Selasa (22/4). Kunjungan ini bertujuan meninjau langsung kondisi terkini RSUD Inche Abdoel Moeis yang berlokasi di Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Samarinda Seberang.
Rumah sakit milik Pemkot ini tengah bersiap naik kelas menjadi rumah sakit bertaraf internasional berkat dukungan investasi senilai Rp 740 miliar dari Plenary Asia – Aspen Medical asal Australia.
Wali Kota Samarinda Andi Harun mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan investor asing terhadap kota tepian. “Kami patut bersyukur dibanding kota lain yang APBD-nya lebih kecil. Namun karena banyak sektor yang harus dibangun, inovasi dan kerja sama dengan swasta menjadi kunci percepatan pembangunan,” ujarnya.
Andi Harun juga menyoroti proses panjang proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) RSUD IA Moeis yang mencapai sekitar 2,5 tahun. Ia membandingkan dengan proyek serupa di daerah lain yang belum terealisasi karena birokrasi berbelit.
“Di Balai Kota kami perpendek urusan birokrasi. Kalau sudah benar dan baik ya lanjutkan perjuangan sampai akhirnya dapat bantuan persetujuan Kementerian Keuangan, serta dukungan PT SMI hingga serta jaminan infrastruktur dari Penjamin Infrastruktur Indonesia,” jelasnya.
Dia menambahkan proyek KPBU ini pun mendapat persetujuan langsung Menteri Keuangan RI Sri Mulyani dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Samarinda sebagai proyek KPBU pertama untuk rumah sakit di Indonesia dengan investor global bonafide seperti Plenary Asia – Aspen Medical.
“Insyaallah minggu ini rombongan Plenary dan Aspen akan datang ke Samarinda untuk persiapan tahap berikutnya. Saya harap pada 30 Oktober nanti sudah bisa penandatanganan kontrak,” tambah Andi Harun optimistis.
Sementara itu, Konsul Jenderal Australia Todd Dias menyampaikan apresiasi atas peluang peningkatan investasi negaranya di bidang kesehatan di Samarinda.
“Kami sangat senang melihat potensi kerja sama ini bukan hanya menguntungkan investor Australia tapi juga masyarakat lokal Samarinda,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya sistem investasi saling menguntungkan serta memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia-Australia khususnya melalui sektor kesehatan modern berbasis kolaborasi internasional.
“Investor Australia itu selalu mencari peluang yang sangat simple. Dan pemerintah Australia sadar sistem yang dulu tidak bisa meningkatkan investasi, makanya ada beberapa kebijakan untuk mendukung investasi. Makanya dalam kasus ini, dengan dukungan pemerintah Australia, mudahan kami ke depan bisa (datang kembali) untuk pembukaan resmi rumah sakit ini,” singkatnya.
Baca Juga: Viral Perempuan Tega Banting Bayi 6 Bulan, Ternyata Ada Motif Sakit Hati di Baliknya
Sebagai informasi, kedatangan Todd Dias turut didampingi Investment officer, Investment Deal team, Florida Ompusunggu dari Kedutaan Besar Australia dan Cindy Annissa R - A/g Manajer Hubungan Publik dan Riset, Konsulat Jenderal Australia.
Editor : Uways Alqadrie