KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Mutasi besar-besaran terjadi di lingkungan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK) Kalimantan.
Kepala Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan David Muhammad, resmi berpindah tugas sebagai Kepala Subdirektorat Pendayagunaan Sumber Daya Pengamanan Hutan pada Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan.
Pergantian ini efektif per Senin, 21 April 2025. Sementara itu, jabatan Kepala Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Kalimantan kini diisi oleh Leonardo Gultom.
Kabar ini dibenarkan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Krisdianto, dalam siaran persnya.
Ia menjelaskan bahwa Menteri Kehutanan menegaskan komitmennya untuk membangun sistem kepegawaian berbasis merit (merit system) di lingkungan kementerian, sebagai bagian dari warisan yang ingin ditinggalkan selama masa jabatannya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sambutannya saat melantik 1.161 pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, dan fungsional di lingkungan Kementerian Kehutanan, pada Senin, 21 April 2025, di Jakarta.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Wilayah II BPPHLHK Kalimantan, Anton Jumaedi, juga membenarkan adanya mutasi ini.
Disinggung soal penanganan kasus perambahan di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK), yang lebih dikenal sebagai Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS), Anton menegaskan proses penegakan hukum tetap berjalan.
"Pak Leonardo ini sebelumnya bertugas di Jakarta dan sekarang menjadi Kepala Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Kalimantan. Mutasi seperti ini hal biasa secara struktural, sama seperti saya yang sebelumnya bertugas di Kalbar," kata Anton, Jumat (25/4).
Pihaknya memastikan, pergantian jabatan tidak akan mengganggu proses hukum yang sedang berlangsung, termasuk terkait perambahan Hutan Pendidikan Unmul.
"Kasusnya tetap berjalan, dan kami masih terus melakukan pendalaman," kuncinya. (*)
Editor : Almasrifah