Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ini Respons Wali Kota Samarinda setelah Pedagang Pasar Subuh Protes terhadap Rencana Relokasi ke Pasar Beluluq Lingau

Denny Saputra • Minggu, 4 Mei 2025 | 18:38 WIB
TAK BERIZIN RESMI: Kawasan gang buntu ini, menjadi lokasi Pasar Subuh yang digelar dari dini hari hingga sekitar pukul 09.00 Wita, Minggu (4/5). (FOTO DENNY SAPUTRA/KP)
TAK BERIZIN RESMI: Kawasan gang buntu ini, menjadi lokasi Pasar Subuh yang digelar dari dini hari hingga sekitar pukul 09.00 Wita, Minggu (4/5). (FOTO DENNY SAPUTRA/KP)

KALTIMPOST.ID-Pemkot Samarinda merespons protes pedagang Pasar Subuh yang menolak direlokasi ke Pasar Beluluq Lingau.

Para pedagang mengaku sudah nyaman berjualan di lokasi saat ini, yakni di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Karang Mumus, Kecamatan Samarinda Kota.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Samarinda Andi Harun mengajak seluruh masyarakat, termasuk pedagang dan pemangku kepentingan di sana, untuk bersama-sama membangun tata kota yang lebih baik.

Sehingga diharapkan untuk pindah ke tempat yang baru. “Dari laporan yang kami terima, sebelum pergantian kepengurusan di paguyuban Pasar Subuh, sudah ada kesepakatan. Namun, dengan bergantinya kepengurusan, muncul dinamika baru. Itu wajar,” ujarnya, Minggu (4/5).

Andi menjelaskan bahwa desain dan perencanaan penataan pasar di Samarinda memang masih banyak yang harus dibenahi satu demi satu.

“Mudah-mudahan ke depan kita bisa melanjutkan perencanaan yang baik dan nyaman untuk kota ini,” singkatnya.

Wali kota menegaskan relokasi itu memiliki tujuan besar demi kepentingan kota dan seluruh masyarakatnya.

Samarinda harus terus kokoh sebagai hub sektor jasa dan perdagangan. Sehingga akan membuat ekonomi semakin kuat dan baik. “Mari melihat sisi positif dari rencana ini,” ajaknya.

Ia menegaskan penataan kota bukan upaya pemerintah untuk melakukan pergeseran sepihak, melainkan kebutuhan kota yang sudah direncanakan lama.

Dia mengakui dalam pengambilan kebijakan, memang tidak bisa memuaskan seluruh pihak. Makanya dia mengajak pedagang dan masyarakat untuk melihat dari perspektif yang lebih luas demi kepentingan bersama.

“Semoga dengan ini relokasi ini, rezeki pedagang makin lancar dan kota makin nyaman,” harapnya.

Sebagai informasi, beberapa pedagang kembali menggelar aksi protes. Terbaru ini di area Pasar Subuh, Samarinda Kota, Minggu (4/5). Mengingat waktu tersebut merupakan batas akhir yang diberikan pemkot, bagi pedagang untuk berjualan di sana. (rd)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #Pasar Subuh Samarinda #Wali Kota Samarinda Andi Harun #Kutai Barat