Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ini Respons Pertamina setelah Pemkot Samarinda Membeber Hasil Uji Laboratorium yang Menyebut Kualitas BBM Rusak Jadi Penyebab Motor Berebet

Denny Saputra • Selasa, 6 Mei 2025 | 20:16 WIB

 

PENANGANANNYA LAMBAT: Salah satu sepeda motor milik pengendara yang brebet tengah ditangani di sebuah bengkel di Balikpapan. (ANGGI PRADITHA/KP)
PENANGANANNYA LAMBAT: Salah satu sepeda motor milik pengendara yang brebet tengah ditangani di sebuah bengkel di Balikpapan. (ANGGI PRADITHA/KP)

KALTIMPOST.ID-PT Pertamina Patra Niaga akhirnya buka suara menanggapi hasil uji kualitas bahan bakar minyak (BBM) yang dirilis Pemkot Samarinda.

Uji yang dilakukan sejak April lalu itu menemukan adanya indikasi kontaminasi pada sampel BBM jenis pertamax.

Menanggapi itu, Pertamina melalui Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan Edi Mangun menyampaikan apresiasinya terhadap kajian yang dilakukan tim Polnes.

Dalam rilis resmi pada Selasa (6/5), ia menegaskan bahwa hasil uji yang dilakukan di Terminal BBM Pertamina, SPBU Sriadai, dan SPBU Pranoto menunjukkan bahwa produk BBM berada dalam kondisi baik secara kualitas.

“Pertamina secara rutin dan konsisten melakukan pengujian kualitas BBM dengan metode yang mengacu pada standar LEMIGAS,” ujarnya.

Meski demikian, Pertamina membuka ruang dialog dan koordinasi lebih lanjut dengan Pemkot Samarinda, Polnes, dan instansi terkait untuk memastikan kejelasan informasi kepada publik.

“Kami tetap berkomitmen menyediakan BBM yang aman, berkualitas, dan sesuai standar nasional, dengan menjunjung tinggi transparansi serta perlindungan konsumen,” bebernya.

Sementara itu, disinggung mengenai adanya bengkel gratis bagi konsumen, sebagaimana dijanjikan pada rapat dengan pendapat bersama DPRD Kaltim pada 9 April 2025 lalu. Kaltim Post menanyakan sejak 22 April lalu melalui pesan WhatsApp, namun tidak direspons.

Kondisi itu juga memantik reaksi dari anggota Komisi II DPRD Kaltim Abdul Giaz. Dalam keterangannya pada Sabtu (3/5), pihaknya mendapat laporan soal bengkel resmi yang melayani perbaikan, tapi informasi tidak terbuka kepada masyarakat.

Ia menyayangkan pola komunikasi Pertamina yang dinilainya buruk dan seolah menghindar. “Kami bingung. Katanya ada bengkel gratis, tapi tidak ada informasi resmi. Warga tak tahu, kami di DPRD pun tak diberi kabar,” singkatnya.

Sebelumnya, Wali Kota Samarinda Andi Harun menyampaikan langsung hasil tersebut pada Senin (5/5) di Anjungan Karang Mumus, Balai Kota Samarinda, didampingi tim ahli dari Politeknik Negeri Samarinda (Polnes).

Dalam rilisnya, disebutkan bahwa dalam sampel pertamax terdapat kandungan timbal (Pb) sebesar 66 ppm, air sebanyak 742 ppm, total aromatik 51,15% v/v, dan benzen 8,39% v/v.

“Dari hasil uji ini, diduga kuat bahwa kerusakan kendaraan yang dialami konsumen disebabkan oleh kualitas BBM yang telah rusak. Bukan karena kerusakan pada tangki kendaraan seperti yang sempat dikira,” tegas Andi Harun.

Ia menambahkan bahwa sejumlah faktor bisa menyebabkan degradasi BBM, mulai penyimpanan dalam waktu lama, paparan sinar matahari, kontaminasi udara lembap atau logam, ventilasi yang buruk, hingga penambahan zat aditif yang tidak terkontrol. “Hasil uji ini kan kami sampaikan ke aparat penegak hukum (APH) sesuai aturan,” bebernya. (rd)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46

Editor : Romdani.
#pertamina parta niaga #Sepeda Motor Mogok #Kualitas BBM Pertamina #Pertamax bermasalah #Kutai Barat