Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pemkot Pastikan Penertiban Pasar Subuh Sesuai Prosedur, Area Relokasi di Pasar Beluluq Lingau Dinilai Memadai

Denny Saputra • Jumat, 9 Mei 2025 | 13:53 WIB
LANCAR: Beberapa personel tim gabungan bersiap membongkar bangunan dan lapak di Pasar Subuh, Jalan Yos Sudarso Kecamatan Samarinda Kota, Jumat (9/5).
LANCAR: Beberapa personel tim gabungan bersiap membongkar bangunan dan lapak di Pasar Subuh, Jalan Yos Sudarso Kecamatan Samarinda Kota, Jumat (9/5).

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda menegaskan bahwa penertiban Pasar Subuh di Gang III Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Karang Mumus, telah melalui proses yang sesuai aturan.

Para pedagang yang selama ini menempati gang buntu tersebut juga tidak serta-merta diusir. Sebaliknya, mereka telah disiapkan tempat relokasi di Pasar Beluluq Lingau, Kecamatan Samarinda Utara, dengan fasilitas yang memadai.

Asisten II Pemkot Samarinda, Marnabas, mengatakan bahwa permintaan penertiban sudah lama disampaikan oleh pemilik lahan. Namun, pemerintah baru bisa menindaklanjuti setelah area relokasi rampung dibangun dan mulai beroperasi sejak 2023.

“Kami kaget karena sebelumnya komunikasi berjalan baik. Pedagang bahkan memberi banyak masukan saat pembangunan, seperti kebutuhan kanopi agar lebih panjang, pencahayaan/lampu karena aktivitas dini hari, sampai area khusus daging nonhalal yang kemudian dibuatkan IPAL,” jelasnya, Jumat (9/5).

Dia menyebut, beberapa kali pertemuan juga sudah dilakukan sejak 2023 lalu, antara pemerintah hingga pedagang, hingga akhirnya revitalisasi pasar Beluluq Lingau selesai. Menurut dia, ke depan penataan pasar ini bagian dari rencana jangka panjang Pemkot untuk membentuk zonasi pusat ekonomi yang lebih teratur.

“Jadi ke depan, kalau cari buah ya ke Pasar Merdeka, cari sayur ke Pasar Segiri, cari oleh-oleh ke Citra Niaga, dan untuk daging nonhalal dipusatkan di Beluluq Lingau,” tambahnya.

Bahkan, agar pasar baru itu hidup, pemerintah telah menggelar operasi pasar murah dan akan segera memperbaiki akses jalan yang dikeluhkan warga. “Dari 20 pedagang daging yang sebelumnya di Pasar Subuh, 19 sudah pindah. Total sudah ada 33 pedagang yang cabut undian lapaknya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Samarinda Nurrahmani menambahkan bahwa relokasi ini bukan sekadar penggusuran, melainkan upaya penataan kota. Bahwa saat ini, perlahan para pedagang mulai paham dan mengikuti anjuran pemkot.

“Fasilitas di Beluluq Lingau sudah disiapkan, bahkan mendukung aktivitas sejak dini hari. Termasuk pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sudah dikerjakan,” pungkasnya. (*)

Editor : Duito Susanto
#Pasar Subuh Samarinda #penertiban pasar