Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Minta Pemprov Ikut Bantu Pasca-Status Darurat Ditetapkan, Ini Penjelasan Imbas Samarinda Sering Kebanjiran

Denny Saputra • Senin, 19 Mei 2025 | 06:30 WIB
HARUS SINERGI: Pemerintah Provinsi Kaltim diminta untuk ikut ambil bagian dalam menangani permasalahan banjir dan musibah lainnya di Samarinda. (RAMA SIHOTANG/KP)
HARUS SINERGI: Pemerintah Provinsi Kaltim diminta untuk ikut ambil bagian dalam menangani permasalahan banjir dan musibah lainnya di Samarinda. (RAMA SIHOTANG/KP)

 

Cuaca ekstrem membawa bencana di Samarinda. Hujan deras yang mengguyur Senin (12/5) pekan lalu tak hanya menyebabkan banjir di sejumlah titik, juga memicu longsor yang merenggut korban jiwa.

 

SAMARINDA–Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menetapkan status darurat bencana selama 14 hari ke depan.

Data sementara mencatat, empat orang dalam satu keluarga tewas tertimbun longsor. Seorang balita dilaporkan hanyut dan ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Selain itu, satu warga tersengat kabel listrik yang terendam air. Akses Jalan HAM Rifaddin di kawasan Kecamatan Loa Janan Ilir putus total imbas banjir.

Situasi itu memaksa Pemkot Samarinda mengambil langkah cepat. Wali Kota Andi Harun menerbitkan Surat Pernyataan Penetapan Status Darurat Bencana Banjir, Cuaca Ekstrem, dan Tanah Longsor dengan Nomor 360.2/0960/300.06, berlaku sejak 12 Mei hingga 25 Mei 2025. “Itu kondisi luar biasa.

"Korban sudah berjatuhan, dan infrastruktur ikut terdampak parah. Perlu penanganan lintas sektor dan dukungan kuat dari provinsi,” ujar Andi Harun saat meninjau lokasi terdampak, Minggu (18/5).

Banjir di Samarinda tak sepenuhnya disebabkan hujan lokal, juga karena limpasan air dari wilayah hulu dan sekitarnya. Volume air besar dari luar kota, misalnya dari Kutai Kartanegara akibat pengupasan lahan untuk area tambang memperparah kondisi sungai yang sudah kewalahan menampung debit air.

Langkah cepat terus dilakukan, mulai normalisasi sungai, pengerukan sedimentasi, hingga peningkatan sistem drainase di wilayah rawan genangan. Pemkot mengintensifkan patroli wilayah dan pemantauan titik rawan longsor.

“Kami fokus pada pencegahan agar tidak terjadi korban tambahan. Tapi kami butuh peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan melaporkan potensi bahaya sejak dini,” imbuhnya.

AH menegaskan, penanganan banjir dan longsor tidak bisa berjalan sendiri. Dia berharap pemerintah provinsi turun tangan, baik dalam hal koordinasi antar-wilayah maupun penyediaan anggaran darurat. “Kami sudah bergerak di tingkat kota. Tapi tanpa sinergi regional, upaya itu tidak akan maksimal,” tegasnya.

TURUT TERIMBAS: Wali Kota Andi Harun menyebut Samarinda juga sering menerima air kiriman dari kabupaten tetangga lantaran aktivitas bukaan lahan sehingga menyebabkan banjir.
TURUT TERIMBAS: Wali Kota Andi Harun menyebut Samarinda juga sering menerima air kiriman dari kabupaten tetangga lantaran aktivitas bukaan lahan sehingga menyebabkan banjir.

Dengan penetapan status darurat, pemkot berharap seluruh elemen bergerak cepat dan terpadu. Warga diminta tetap waspada menghadapi potensi bencana lanjutan akibat cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlangsung beberapa hari ke depan.

Editor : Dwi Restu A
#banjir #tambang #jalan putus #pemkab kukar #pemkot samarinda #buka lahan #longsor