KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Lubang menganga di simpang Jalan KS Tubun Dalam–Pasundan–Siradj Salman, Kecamatan Samarinda Ulu, mulai dikeluhkan warga dan pengguna jalan. Kerusakan di kawasan padat lalu lintas itu dinilai membahayakan, terlebih saat hujan deras yang kerap menggenangi badan jalan.
Penyebab kerusakan diduga akibat banjir yang berulang kali merendam titik tersebut. Akibatnya, aspal jalan terkikis dan membentuk lubang di beberapa bagian. Instansi teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda pun memastikan penanganan segera dilakukan.
“Sudah kami jadwalkan untuk diperbaiki. Ini imbas dari banjir kemarin. Mudah-mudahan malam ini tidak hujan, supaya bisa langsung kami tindaklanjuti,” kata Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Samarinda, Hendra Gunawan, saat dikonfirmasi, Kamis (30/5).
Hendra menambahkan, perbaikan dalam waktu dekat akan dilakukan dengan cara pengaspalan ulang. Solusi ini dipilih karena pengerjaan perbaikan secara permanen berupa pengecoran beton masih belum memungkinkan. “Kalau idealnya memang dibeton, karena ini titik genangan yang sering tergenang air. Tapi saat ini belum bisa, karena lalu lintas di situ cukup padat,” jelasnya.
Menurut dia, untuk membeton jalan setidaknya dibutuhkan waktu tutup jalan satu hari penuh. Itu pun harus disiapkan dengan koordinasi matang agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Alternatif sementara yang dianggap paling realistis adalah pengaspalan ulang sebagai tindakan cepat.
“Untuk beton minimal 1x1 meter bisa saja dilakukan, tapi tetap butuh waktu dan koordinasi lintas instansi. Sekarang yang tercepat, kita aspal ulang dulu titik yang rusak parah,” tambah Hendra.
Ia menyebut, perbaikan sementara akan difokuskan di simpang Jalan KS Tubun terlebih dahulu. Sementara ruas jalan lainnya masih dalam tahap survei lapangan oleh tim Dinas PUPR Samarinda. “Kami juga siap menerima laporan kerusakan jalan dari masyarakat,” singkatnya.
Dari sisi anggaran, Dinas PUPR Samarinda sudah menyiapkan alokasi dana tanggap darurat sebesar Rp10 miliar untuk penanganan kerusakan jalan dan infrastruktur lainnya sepanjang 2025.“Kami punya dana tanggap darurat, dan kasus seperti ini masuk kategori itu. Jadi kami kejar dulu perbaikannya,” pungkasnya. (*)
Editor : Muhammad Rizki