TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) adalah perekat. Juga sebuah wadah, di mana meleburnya semangat bakti TNI dengan hangatnya sambutan rakyat.
BEBERAPA pekan terakhir, Hendra tampak lebih riang ketika bicara soal kegiatan bersekolahnya. Tepatnya kegiatan berangkat dan pulangnya. Siswa kelas IV SDN 012 Sungai Kunjang itu sedang menikmati rute baru yang menghubungkan rumah dan sekolahnya. Yakni melalui Gang Sakinah Jalan Pusaka, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda.
Sebab, lewat sana, perjalanannya ke sekolah menjadi lebih singkat. Jauh lebih singkat. Bila melalui rute normal, dia harus melintasi rute sekira tiga kilometer. Sementara, kalau lewat Gang Sakinah, jaraknya terpangkas hanya jadi sepertiganya, alias tidak lebih dari satu kilometer. Membuatnya punya waktu lebih longgar untuk bersiap pada pagi harinya. Atau menjadi lebih cepat saat pulangnya.
Rute perjalanan yang singkat hanya satu dari sekian hal yang menyenangkan hatinya beberapa pekan terakhir. Hal lain, dia menjadi bisa selalu menyapa sekelompok prajurit TNI yang beraktivitas di jalur pulang-perginya itu. Menjadi tentara adalah impiannya.
Kehadiran para tentara itu di sana bukan tanpa alasan. Sebab, sebenarnya merekalah yang menghadirkan “jalan tembus” yang meringankan hati Hendra. Di sana, mereka dalam misi mengeraskan jalan di Gang Sakinah sepanjang 709 meter, yang kemudian terhubung ke Jalan Karang Mulya, di mana sekolah Hendra berdiri.
Itu adalah satu dari sederet item kegiatan yang terangkum dalam program TMMD ke-124/2025 di Samarinda. Kegiatan bakti TNI ke masyarakat di Samarinda itu terpusat di sekitar kawasan Gang Sakinah, Jalan Pusaka, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda.
Pengerasan jalan tersebut berangkat dari aspirasi warga. Kemudian disuarakan di forum musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) kelurahan. Uniknya, sang penyambung suara tersebut juga seorang tentara.
Ialah Sersan Satu Sulistio, bintara pembina desa (babinsa) di Kelurahan Lok Bahu. Aktif berkegiatan di sana, Sulis—sapaannya, kerap mendengar kisah dari masyarakat. Warga kerap berandai-andai, Gang Sakinah itu terhubung dengan Jalan Karang Mulya. Menurut mereka, aktivitas akan lebih efektif dan efisien.
“Mendengar harapan itu, saya mengajak mereka berkoordinasi dengan para ketua RT di kawasan tersebut. Alhamdulillah, setelah disuarakan di musrenbang kelurahan, usulan itu disambut hangat oleh semua pihak,” ucapnya dengan raut senang.
Yang paling terbantu adalah para pelaku usaha swadaya, seperti petani dan peternak. Kehadiran jalan itu memangkas durasi tempuh. Tentu, juga menghemat pengeluaran BBM. Seperti yang dirasakan Slamet. Pria paruh baya ini adalah pekerja di budi daya lele. Dalam kurun waktu tertentu, dia harus mendistribusikan seratusan lele segar ke pasar terdekat atau pengecer.
“Tentu membantu. Jadi lebih singkat, jadi lebih enak bolak-baliknya,” ucapnya lantas terkekeh. Umumnya dia membawa hasil budidaya itu ke Pasar Lok Bahu di Jalan Revolusi. Tidak jauh dari Sekretariat DPRD Kaltim. Manfaat serupa juga dirasakan para petani ketika hendak membawa hasil buminya ke pasar yang sama.
Bergulirnya TMMD Samarinda ke-124/2025 sejak 6 Mei, para abdi pelindung keamanan negara ini langsung berbaur. Masyarakat pun dengan senang hati memberi ruang tinggal untuk mereka. “Ada tiga titik tempat tinggal di mana kami dibantu oleh masyarakat. Di rumah warga, rumah ketua RT, hingga tenda khusus yang kami siapkan di depan posyandu di Jalan Karang Mulya,” ucap Komandan Kompi Satgas TMMD Samarinda ke-124/2025, Letnan Dua Infanteri Ali Dhafir.
Dia sangat berterima kasih atas kehangatan sambutan warga. Secara bergantian, mereka selalu menyertai aktivitas pengerjaan yang dilaksanakan para tentara. “Dukungan masyarakat begitu luar biasa. Bahkan mereka dengan senang hati memasakkan makan siang untuk rekan-rekan yang beraktivitas,” ucapnya.
Sayur labu bening berlauk tongkol goreng dan cacapan sambal yang segar adalah kombinasi peluruh lelah yang sangat jitu. Ali mengisahkan, rekan-rekan prajurit akan sangat merindukan momen kebersamaan menyantap makan siang bersama warga. “Menunya sederhana, tetapi kebersamaannya akan sangat membekas di hati,” ucap dia.
Setelah sebulan berjalan, TMMD Samarinda ke-124/2025 tuntas, Rabu (4/6). Ditutup dengan seremoni di lokasi pembangunan, di Gang Sakinah, Jalan Pusaka, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda.
Penutupan tersebut begitu spesial. Sebab, hadir Panglima Kodam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha dan Komandan Korem 091/Aji Surya Natakesuma Brigjen TNI Anggara Sitompul. Selain itu ada Wali Kota Samarinda Andi Harun dan wakilnya, Saefudin Zuhri.
“Pelaksanaan kegiatan ini merupakan wujud sinergi lintassektor dengan tujuan utamanya, membangun masyarakat dengan jembatan pembangunan,” jelas Mayjen TNI Rudy Rachmat. Dia bersyukur kegiatan berjalan lancar. Hal itu ditandai dengan tuntasnya sejumlah pengerjaan yang menjadi sasaran awal kehadiran tim Satgas TMMD Samarinda.
Beberapa hasil pembangunan fisik di antaranya pembukaan dan pengerasan jalan dan pembuatan siring sepanjang 660 meter. Kemudian pemasangan gorong-gorong dan box culvert, pembuatan 20 sumur bor, dan rehabilitasi 6 rumah tidak layak huni (RTLH).
Lalu pembangunan fasilitas MCK, pos kamling, tempat ibadah, hingga pengecatan sekolah dan masjid, pembukaan lahan pangan seluas 6,5 hektare, dan penanaman pohon sebanyak 850 batang.
Selain sasaran fisik, TMMD juga menyentuh masyarakat melalui program penyuluhan bela negara, wawasan kebangsaan, hukum, kamtibmas, narkoba, pertanian, peternakan, UMKM, hingga penanganan stunting. Harapannya, kegiatan tersebut memberikan pemahaman dan pemberdayaan kepada warga.
Salah satu program unggulan TNI AD yang turut dilaksanakan adalah integrated farming system seluas 200 hektare. Selain itu program TNI Manunggal Air di lima titik yang secara bertahap mendukung ketahanan pangan dan akses air bersih.
“Mari kita bersama-sama meningkatkan kepedulian dalam memelihara hasil kegiatan TMMD ini sehingga dapat dirasakan manfaatnya dengan usia yang lebih panjang, sehingga bisa membantu kesejahteraan masyarakat,” urai dia.
Apresiasi yang sama disampaikan Wali Kota Samarinda Andi Harun. Seperti yang dia sampaikan ketika membuka kegiatan tersebut pada 6 Mei lalu, menurutnya bakti TNI kepada masyarakat adalah hal yang sangat berkesan. “Pengerjaannya cepat, akurat, dan tentu lebih hemat, karena ini bakti TNI,” ucapnya seraya tersenyum.
Dia berterima kasih kepada seluruh dukungan lintas komando TNI di jajaran Kodam VI/Mulawarman hingga Kodim 0901/Samarinda yang telah menyukseskan pembangunan tersebut. “Terima kasih juga kepada Polri yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut,” urai dia.
Apresiasi utama yang ingin dia sampaikan yakni kepada masyarakat. Sebab, mereka sudah berkenan memberi ruang kepada para prajurit TNI untuk membaur hidup di sana selama sebulan lamanya sehingga bisa membuat TMMD di Samarinda berjalan optimal.
Suasana penutupan terasa lebih semarak. Sebab, panitia menghadirkan hiburan berupa reog Singo Joyo Mulyo. Kemudian ada pula stand bazaar UMKM yang kemudian ramai dikunjungi warga yang hadir dalam seremoni penutupan itu. Sebagai penutup, para tamu kehormatan diajak berkeliling menggunakan motor trail, meninjau lokasi pengerjaan yang tuntas dilaksanakan.
Di antara kerumunan pelajar yang hadir pada seremoni penutupan, tersempil Hendra di sana. Rautnya riang. Cuaca terik tak menggentarkannya untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan penutupan. Dia ingin menunjukkan ketangguhannya. Ingin menjaga api semangat itu tetap menyala. Api yang ingin dia rawat demi mewujudkan mimpinya menjadi tentara. Mimpi yang tumbuh kian subur sejak melihat kegigihan dan kekompakan para prajurit TNI di TMMD. (*)
Editor : Rendy Fauzan