Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Keluhan Banjir di Jalan Damai Sudah dari Lama, Baru Ditinjau Wali Kota Sekarang, Ini Langkah yang Akan Disiapkan

M Hafiz Alfaruqi • Rabu, 11 Juni 2025 | 13:19 WIB
TINJAU LANGSUNG: Wali Kota Samarinda Andi Harun (tengah) beserta jajaranya dan jajaran Kelurahan Sidodamai beserta para RT setempat, meninjau titik wilayah yang sering terdampak banjir.
TINJAU LANGSUNG: Wali Kota Samarinda Andi Harun (tengah) beserta jajaranya dan jajaran Kelurahan Sidodamai beserta para RT setempat, meninjau titik wilayah yang sering terdampak banjir.

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus menunjukkan komitmennya dalam mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah.

Wali Kota Samarinda Andi Harun bersama jajarannya meninjau Jalan Damai, Kelurahan Sidodamai, Kecamatan Samarinda Ilir (11/6).

AH ingin mengevaluasi kondisi drainase dan aliran sungai yang kerap menjadi penyebab banjir di kawasan tersebut.

Andi Harun menyampaikan, masalah drainase di Jalan Damai cukup serius dan perlu penanganan menyeluruh.

Pihaknya tengah melakukan pemetaan melalui pemantauan drone untuk memastikan perencanaan penanganan banjir yang akurat.

"Kami sedang kaji apakah jalur drainase akan mengikuti sungai yang berbelok-belok atau perlu dibuat pemintasan baru melalui jalur jalan,” ujar Andi Harun.

Dari hasil peninjauan, ditemukan satu bangunan warga yang menjadi penyebab penyumbatan aliran air atau bottleneck.

Bangunan itu berada tepat di jalur aliran menuju sungai, dan direncanakan akan dilakukan pembebasan lahan setelah dilakukan pemeriksaan administratif.

Tahun ini sebagian wilayah Jalan Damai sudah dilakukan pengerjaan drainase yang terkoneksi ke drainase utama di Jalan Otto Iskandardinata, Kecamatam Samarinda Ilir.

Namun, masih ada titik rawan seperti Gang Damai yang menyebabkan banjir menyebar. "Dari hasil peninjauan, kami sudah dapat mengidentifikasi titik-titik krusial untuk segera ditangani,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, wali kota juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan banjir.

Para ketua RT dan tokoh masyarakat diminta persetujuannya dan menyatakan dukungan terhadap rencana perbaikan.

“Kami sangat menghargai semangat warga yang siap mendukung, bahkan beberapa pemilik bangunan menyatakan tidak akan meminta ganti rugi selama perbaikan dilakukan untuk kepentingan umum dan rumah mereka dikembalikan seperti semula,” ujarnya.

Ketua RT 31 Muhammad Aminullah, mewakili warga menyampaikan, banjir di Jalan Damai sudah lama menjadi keluhan utama.

“Usulan sudah kami sampaikan sejak 2021 dan sempat dilakukan RDP dengan komisi III DPRD Samarinda. Namun, belum juga ada tindak lanjut. Alhamdulillah hari ini langsung ditindaklanjuti,” tuturnya.

Wilayah yang paling terdampak parah adalah RT 25 dan RT 26, dengan ketinggian air saat banjir bisa mencapai 1,5 meter. Warga berharap pembangunan dan perbaikan dapat berjalan lancar dan seluruh pihak bisa terus bersinergi. 

 

Editor : Dwi Restu A
#banjir #wali kota #pemkot samarinda #andi harun