Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Polder Air Hitam Samarinda Diperkuat, Penurapan Dimulai Tahun Ini

Denny Saputra • Kamis, 12 Juni 2025 | 15:24 WIB

Penurapan polder Air Hitam di Kelurahan Air Hitam Kecamatan Samarinda Ulu sedang berjalan, Kamis (12/6). (DENNY SAPUTRA/KALTIM POST)
Penurapan polder Air Hitam di Kelurahan Air Hitam Kecamatan Samarinda Ulu sedang berjalan, Kamis (12/6). (DENNY SAPUTRA/KALTIM POST)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kapasitas Polder Air Hitam untuk menampung air dari Jalan AW Syahranie, Kecamatan Samarinda Ulu sudah dalam kondisi kritis. Meski selama ini normalisasi rutin dilakukan, terutama dengan pengerukan sedimentasi, ternyata malah menimbulkan masalah baru, yakni longsor di sejumlah titik.

Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Samarinda, Hendra Kusuma, menyebut masalahnya terletak pada struktur polder yang masih alami. Bahwa polder tersebut sejatinya hanya berupa galian tanah yang diberi perkerasan seadanya di pinggiran. “Ketika dikeruk agar tampungannya lebih banyak, justru tebingnya longsor. Karena memang belum ada struktur pengaman,” ujarnya Kamis (12/6).

Untuk itu, Pemkot Samarinda telah menyusun rencana besar sejak 2023 yakni membangun turap keliling dari sheetpile beton. Targetnya, daya tampung polder bisa meningkat dengan mendalamkan dasar hingga 6–7 meter. “Saat ini kedalaman baru sekitar 2,5–3 meter. Kalau diturap dan didalami, kita bisa tampung air lebih banyak tanpa perlu lahan baru,” jelasnya.

Baca Juga: Tak Cukup Normalisasi! Ini Langkah Lengkap Pemprov Atasi Banjir Samarinda

Hendra mencontohkan revitalisasi ini mirip konsep kolam retensi di kota besar lain, misalnya di di Bandung, Jawa Barat. Di sana Hendra menyebut kolamnya kecil tapi dalam. “Karena di perkotaan minim lahan, jadi maksimalkan kedalaman,” jelasnya.

Total kebutuhan anggaran untuk proyek ini mencapai Rp 60 miliar. Namun karena keterbatasan fiskal, pekerjaan dilakukan bertahap. Tahun ini Pemkot menggelontorkan Rp 12 miliar untuk memulai penurapan di titik paling rawan, yakni lokasi yang longsor sejak tahun lalu. “Fokusnya ke titik yang paling krusial. Sambil nanti kita sesuaikan harga satuan pekerjaan di tahap berikutnya,” singkatnya.

Revitalisasi ini menjadi penting mengingat Polder Air Hitam merupakan lintasan penyaluran air dari kawasan padat seperti Jalan AW Syahranie dan sekitarnya, menuju anak sungai Karang Asam Kecil yang ada di Jalan Ir H Juanda. Jika daya tampungnya tidak ditingkatkan, maka kawasan hulu akan terus dihantui banjir dan genangan saat hujan deras.

Dengan penurapan beton dan desain teknis yang lebih kuat, diharapkan polder ini tak hanya bisa menampung lebih banyak air, tapi juga lebih awet secara struktur. “Kita benahi secara menyeluruh, bukan hanya tambal sulam,” pungkasnya. (*)

Editor : Muhammad Rizki
#polder air #Samarinda banjir