KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kinerja sektor kesehatan di Samarinda kembali mendapat pengakuan di level nasional. Dua unit di bawah Dinas Kesehatan Kota Samarinda, yakni Public Safety Center (PSC) 119 (Doctor On Call) dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), meraih penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI atas kontribusi nyata mereka dalam pelayanan publik.
Teranyar, Labkesda Samarinda didapuk sebagai Terbaik I Nasional dalam kategori Laboratorium Kesehatan Masyarakat Daerah (Labkesmas) tingkat kabupaten/kota. Penghargaan ini diberikan dalam Musyawarah Nasional II Asosiasi Labkesda Indonesia (Aslabkesda) yang digelar di Jakarta, 18–20 Juni 2025.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Samarinda, dr Ismid Kusasih, capaian ini didasarkan pada indikator pemenuhan standar Labkesmas sesuai Keputusan Menteri Kesehatan No. 1801 Tahun 2024, dengan penilaian berdasarkan pelayanan periode 2023–2024.
“Artinya, pelayanan yang kita berikan selama ini sudah sesuai standar nasional. Ini adalah kerja kolektif tim yang konsisten,” tegas dr Ismid.
Labkesda Samarinda saat ini menyediakan layanan pemeriksaan hematologi, kimia klinik, radiologi, EKG, audiometri, spirometri, hingga medical check up menyeluruh, baik jasmani maupun rohani.
Sebelumnya, giliran PSC 119 Doctor On Call Samarinda yang menyabet apresiasi nasional. Layanan kesehatan kedaruratan ini masuk 3 Besar Nasional dalam sistem pelaporan SIAP PSC 119 Kementerian Kesehatan 2025.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamluddin, kepada dr Ismid pada 12 Juni lalu. Selain piagam, PSC 119 Samarinda juga menerima satu unit Emergency Kit Kedaruratan Medik.
Menurut data Kemenkes, dari 365 kabupaten/kota yang memiliki PSC 119 di Indonesia, hanya tiga daerah yang masuk peringkat tertinggi, yakni Parepare, Bandung, dan Samarinda.
“Kami akan terus menjaga kualitas pelayanan kedaruratan. PSC 119 akan tetap siaga 24 jam dan berkontribusi langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” ujar dr Ismid.
Dua penghargaan ini menambah catatan prestasi Dinkes Samarinda yang tengah memperkuat sistem layanan kesehatan publik. “Harapannya, pengakuan nasional ini tak sekadar jadi simbol, melainkan motivasi untuk terus berbenah dan tanggap terhadap kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (*)
Editor : Duito Susanto