KALTIMPOST.ID, SAMARINDA– Pemerintah Kota Samarinda mulai memperketat pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah pemasangan Closed Circuit Television (CCTV) di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di kota ini.
Langkah ini dibahas dalam rapat lintas sektor yang digelar Kamis (19/6). Fokusnya adalah mencegah pembelian berulang BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar oleh oknum yang memanfaatkannya untuk diperjualbelikan kembali secara ilegal.
“Kita akan pasang CCTV di semua SPBU supaya bisa kita pantau bersama, mana kendaraan yang bolak-balik itu kelihatan,” ujar Asisten II Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas, usai rapat koordinasi.
Pihak Pemkot akan menggandeng Diskominfo Samarinda sebagai pelaksana teknis, dan membuka peluang untuk integrasi sistem pemantauan dengan platform Samagov.
“Insha Allah kami sudah minta Diskominfo memulai perencanaanya. Nggak usah yang terlalu mahal, yang penting bisa diakses lewat HP saja, cukup,” ucapnya.
Menurutnya, dalam skema awal, akan dipasang dua unit CCTV di masing-masing SPBU. Jika rencana ini berjalan penuh, maka setidaknya akan ada 44 kamera tersebar di 22 SPBU yang ada di Samarinda.
“Yang diawasi itu khususnya Pertalite dan Solar. Karena itu yang paling banyak dimanipulasi, dibeli berulang untuk dijual lagi. Kalau semua terekam CCTV, jelas siapa pelanggannya,” tegasnya.
Menurutnya, hasil koordinasi sementara, tim Pertamina Patra Niaga menyambut baik rencana pengawasan ini. Tak hanya pemerintah, ia menyebut akses kamera juga akan dibuka bagi pihak kepolisian dan APH lainnya agar bisa dipantau.
“Sebagai bentuk dukungan pengawasan jika terjadi pelanggaran,” singkatnya.
Dinas Perdagangan Samarinda akan menjadi leading sektor dalam pelaksanaan teknis di lapangan. Mereka pun siap berkoordinasi dengan Diskominfo dalam waktu dekat untuk mempercepat realisasi program, terutama jika memungkinkan dimasukkan dalam anggaran perubahan.
“Sekarang kan enak, tinggal lihat rekaman saja, siapa yang mengisi BBM bolak-balik, akan terlihat jelas. Semua bisa mengawasi bahkan bisa diawasi masyarakat luas,” pungkasnya. (*)
Editor : Duito Susanto