KALTIMPOST.ID-Pemkot Samarinda tengah menyiapkan pembangunan SPBU khusus aparatur sipil negara (ASN).
Langkah itu disebut sebagai bagian dari strategi untuk mengurangi antrean kendaraan yang kerap memanjang di sejumlah POM BBM di kota ini, terutama pada jam-jam sibuk.
Asisten II Pemkot Samarinda Marnabas Patiroy menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sedang menginventarisasi empat titik lahan potensial untuk lokasi SPBU ASN.
Nantinya, dua di antaranya akan dipilih, satu berada di wilayah Samarinda Seberang atau Loa Janan Ilir, dan satu lagi di wilayah perkotaan.
“Yang penting saat ini adalah menentukan titiknya dulu. Pertamina sudah memberikan sinyal positif, karena ini bukan proyek bisnis, melainkan solusi kemacetan. Kami tidak ingin ASN malah turut menambah antrean di jalur BBM subsidi seperti pertalite,” jelasnya, Minggu (22/6).
SPBU itu nantinya hanya akan menjual bahan bakar non-subsidi. Artinya, ASN maupun pengguna kendaraan di lingkungan pemerintahan diharapkan mengisi BBM di sana, tanpa mengganggu distribusi BBM subsidi yang ditujukan bagi masyarakat umum.
Soal pengelolaan, menurut Marnabas, opsi terbuka lebar. Salah satu kemungkinan adalah menggandeng BUMD, baik dalam investasi maupun operasional.
“Kalau bisa lewat BUMD, no problem. Yang penting titiknya dulu, karena Pertamina akan melakukan pengecekan kelayakan teknis sebelum proyek dijalankan,” jelasnya.
Marnabas menyebut bahwa Wali Kota Andi Harun telah meminta agar proses perencanaan dipercepat. Harapannya, anggaran perencanaannya bisa masuk dalam perubahan APBD tahun ini, dan pembangunan fisik bisa dimulai pada 2026 mendatang.
“Kami diminta genjot penyusunan rencana teknis. Ini upaya konkret untuk menyikapi antrean BBM yang selama ini menjadi keluhan warga,” sebutnya. (rd)
DENNY SAPUTRA
@dennysaputra46
Editor : Romdani.