KALTIMPOST.ID-Pemkot Samarinda semakin serius membangun SPBU khusus untuk aparatur sipil negara (ASN).
Saat ini, proses pendataan dan pematangan lokasi sedang dilakukan oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Samarinda.
Kabid Aset BPKAD Samarinda Yusdiansyah mengungkapkan pihaknya telah mengantongi sejumlah titik lahan yang berpotensi digunakan.
Di antaranya yakni eks tempat pembuangan akhir (TPA) di Taman Sejati, Jalan MT Haryono, lahan di Sekretariat KNPI Jalan Kemakmuran (yang merupakan aset pemprov), untuk wilayah perkotaan.
“Serta lahan sekitar Kantor Camat Loa Janan Ilir, untuk wilayah seberang Samarinda,” jelasnya Selasa (24/6).
Namun diakuinya, hingga kini belum ada pembahasan teknis secara resmi bersama Pertamina, terutama soal kelayakan lokasi.
Bahkan saat rapat internal beberapa waktu lalu, pihak Pertamina tidak hadir. “Tapi prinsipnya. Kalau lahan siap, tinggal menunggu rekomendasi teknis dari Pertamina," terang Yusdiansyah.
Sebelumnya, Asisten II Sekkot Samarinda Marnabas Patiroy menyatakan saat ini ada beberapa titik yang sedang diinventarisasi.
Dua di antaranya akan dipilih menjadi lokasi SPBU ASN, yakni satu di kawasan Loa Janan Ilir atau Samarinda Seberang, dan satu lainnya di area perkotaan.
Menurutnya, tujuan utama pembangunan SPBU ini bukan untuk kepentingan bisnis, melainkan sebagai solusi agar ASN tidak ikut memadati antrean BBM bersubsidi, terutama pertalite dan solar.
“Kami ingin ASN menggunakan BBM non-subsidi, agar distribusi subsidi tetap tepat sasaran. Pertamina juga sudah memberikan sinyal positif,” jelasnya, dikonfirmasi pertengahan Juni lalu.
SPBU itu nantinya hanya akan melayani pengisian BBM non-subsidi. Target utamanya adalah kendaraan dinas dan pribadi ASN di lingkungan Pemkot Samarinda.
Terkait pengelolaan, Marnabas menyebut berbagai opsi masih terbuka. Salah satunya menggandeng badan usaha milik daerah (BUMD), baik dalam bentuk investasi maupun pengoperasian SPBU tersebut.
“BUMD bisa saja dilibatkan, tergantung kesepakatan nanti. Tapi yang paling utama sekarang adalah memastikan titik lokasi terlebih dahulu, karena Pertamina hanya bisa bergerak jika lokasi lolos pengecekan teknis,” tegasnya. (rd)
DENNY SAPUTRA
@dennysaputra46
Editor : Romdani.