Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Warga Kelurahan Jawa Didorong Jadi Agen Pilah Sampah, Upaya Kurangi Sampah Dibuang ke TPA

Denny Saputra • Minggu, 29 Juni 2025 | 20:29 WIB
Mukmin (tengah, baju biru) bersama warga RT 03 Kelurahan Jawa usai sosialisasi tentang pemilahan sampah rumah tangga, Minggu (29/6). (FOTO: IST)
Mukmin (tengah, baju biru) bersama warga RT 03 Kelurahan Jawa usai sosialisasi tentang pemilahan sampah rumah tangga, Minggu (29/6). (FOTO: IST)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA– Upaya memutus mata rantai persoalan sampah rumah tangga terus digencarkan Pemkot Samarinda. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi persampahan yang digelar di Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu.

Program ini menyasar 40 RT dan berlangsung sejak Jumat (13/6) hingga akhir Juni. Program ini merupakan bagian dari Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya), dan fokus pada edukasi pemilahan sampah di tingkat rumah tangga. 

Lurah Jawa, Mukmin, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pengurangan sampah dari sumbernya. Pihaknya mengajak ketua RT bersama warga untuk terlibat aktif dalam upaya pengelolaan sampah di wilayah masing-masing. 

“Nantinya mereka bertugas memfasilitasi pengumpulan botol plastik untuk disalurkan ke bank-bank sampah,” ujarnya, Minggu (29/6).

Adapun untuk sampah organik, seperti sisa makanan dan buah, warga didorong mengolahnya menjadi kompos. Namun diakui Mukmin, masih banyak warga yang belum siap, baik karena keterbatasan pengetahuan maupun kemauan. 

“Tahun depan kami arahkan ke pelatihan pembuatan eco enzym, dimulai dari pengolahan sampah buah. Karena eco enzym ini bisa jadi cairan serbaguna yang ramah lingkungan, bisa untuk pupuk, pembersih rumah, hingga pengusir serangga,” terangnya.

Gerakan ini tak berdiri sendiri, dukungan diberikan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) hingga tim walikota untuk akselerasi pembangunan (TWAP). 

Harapannya, perilaku memilah sampah bisa jadi kebiasaan baru warga. Apalagi, Pemkot tengah membangun insinerator komunal di 10 titik, termasuk dua lokasi di Samarinda Ulu.

“Insinerator ini butuh sampah yang sudah terpilah. Jadi warga dilatih untuk memilah dari rumah, supaya beban di TPS dan TPA bisa dikurangi,” jelasnya.

Dia menambahkan, Kelurahan Jawa kini punya tiga kampung percontohan, yang dikenal sebagai Kampung Pengelola Sampah Bernilai (Salai). Ketiganya yakni RT 22 dengan Bank Sampah Bersinar, RT 02 dengan Bank Sampah Sihat, dan RT 33 dengan Bank Sampah Betapa. 

“Model pengelolaan kampung ini diharapkan bisa ditiru wilayah lain. Bukan hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran baru bahwa sampah yang dikelola dengan benar, bisa jadi berkah,” pungkasnya.

Editor : Uways Alqadrie
#Pro Bebaya #Dinas Lingkungan Hidup Samarinda #pemkot samarinda