KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pemkot Samarinda terus mengupayakan langkah-langkah strategis untuk mengurai persoalan banjir yang kerap melanda kawasan Jalan Mugirejo, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang. Salah satu langkah konkret yang saat ini tengah berjalan adalah pembangunan saluran air sepanjang 200 meter di sisi jalan tersebut, serta pembongkaran ulang crossing drainase di Simpang Jalan Mugirejo-Jalan DI Panjaitan.
Wali Kota Samarinda Andi Harun saat meninjau langsung lokasi banjir, Kamis (3/7), mengungkapkan bahwa limpasan air ke kawasan Mugirejo bukan semata-mata akibat kondisi drainase di lokasi, tetapi juga dipengaruhi aliran air, baik dari Jalan DI Panjaitan, area permukiman Jalan Mugirejo serta dari Gang Bugis.
Di gang tersebut, aliran air kerap tersumbat, diperparah dengan adanya area kupasan lahan yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan sekolah tiga bahasa di samping tempat ibadah Maha Vihara Sejahtera Meitreya.
Baca Juga: Pemkot Samarinda Genjot Penanganan Banjir, Ini Lokasi Kritis yang Ditinjau Andi Harun
“Makanya kami minta OPD teknis berkomunikasi dengan pengembang sekolah agar bisa mengelola aliran air sejak awal, meskipun sekolah itu belum dibangun. Harus ada rekayasa pengelolaan air yang direncanakan permanen,” tegasnya.
Ia menekankan, kondisi kontur wilayah yang menurun ke arah Jalan DI Panjaitan membuat daerah ini wajib memiliki sistem drainase yang baik agar luapan air tidak menambah beban kawasan Mugirejo. Pemkot juga menargetkan pembenahan saluran di Gang Bugis, termasuk meneliti secara teknis keberadaan bangunan-bangunan yang bisa menghambat aliran air, seperti warung dan pagar warga.
“Kalau pagar itu berdiri di atas fasilitas umum, tentu akan kita bongkar demi kepentingan bersama. Tapi kalau di tanah hak milik, kita akan komunikasikan secara baik, izin untuk membongkar sementara dan pemerintah akan bangun ulang. Yang penting air bisa jalan dulu,” jelasnya.
Untuk jangka pendek, Pemkot akan membongkar crossing drainase antara Jalan DI Panjaitan dan Jalan Mugirejo yang dinilai terlalu rendah, sekaligus menyesuaikan pipa milik PDAM.
Pekerjaan fisik dijadwalkan mulai minggu depan. Pihaknya meminta agar tim DPUPR Samarinda segera berkomunikasi dengan Perumdam Tirta Kencana untuk merelokasi pipa distribusi air yang berpotensi menghambat pelebaran drainase tersebut. “Target kami, 2026 persoalan banjir di kawasan ini tuntas. Termasuk nanti akan kita programkan perbaikan jalan utama Mugirejo yang sekarang posisinya sudah lebih rendah dari rumah warga dan parit,” tandasnya. (*)
Editor : Muhammad Rizki