KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah menjadi momentum penting untuk refleksi dan perubahan di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Samarinda Andi Harun saat menghadiri majelis zikir dan tausiah dalam rangka pergantian Tahun Baru Islam di Majelis Taklim Al-Jannah.
Semangat hijrah yang menjadi inti peringatan tidak hanya sekadar seremonial, sepatutnya menjadi dasar transformasi diri dan lingkungan.
“Hijrah itu meninggalkan kebiasaan buruk menuju kebiasaan baik. Dari yang terbiasa buang sampah sembarangan menjadi lebih tertib. Dari yang suka menggunjing menjadi lebih produktif. Itu bukan hanya soal ibadah, juga muamalah dan kehidupan sehari-hari kita sebagai warga kota,” ujar Andi Harun.
Peningkatan kualitas spiritualitas warga harus berjalan beriringan dengan tumbuhnya solidaritas sosial dan kepedulian terhadap lingkungan kota.
Menurutnya, keberagaman yang hidup di Samarinda harus dirawat dan dijaga dengan penuh tanggung jawab sebagai bagian dari semangat hijrah Nabi Muhammad SAW.
“Nabi saat hijrah ke Madinah mengajarkan kita arti toleransi. Beliau menghormati perbedaan, termasuk keyakinan umat lain. Itu pelajaran penting, persatuan dan perdamaian harus menjadi nilai utama kita di Samarinda,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyinggung komitmen Pemkot Samarinda dalam mendukung peningkatan sarana ibadah di kota ini, termasuk renovasi masjid-masjid dan rencana pembangunan Masjid Terapung.
“Pembangunan Masjid Terapung merupakan bagian dari agenda lanjutan pembangunan kawasan Teras Samarinda tahap berikutnya. Insyaallah diproyeksikan masuk dalam tahap perencanaan dan pelaksanaan sekitar 2028,” jelasnya.
Dia menegaskan, pembangunan masjid tersebut tidak hanya bersifat simbolik, tapi menjadi representasi dari semangat religius sekaligus ikon baru yang inklusif dan toleran.
Dia mengajak masyarakat memperkuat keimanan, memperbaiki ahlak sosial dan menjadikan momentum tahun baru Hijriah sebagai langkah awal menuju Samarinda yang lebih tertib, bersih, dan sejahtera.
Editor : Dwi Restu A