Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Lansia Akhiri Hidup di Ruang Angsoka RSUD AWS Samarinda, CCTV Jadi Perhatian

Eko Pralistio • Minggu, 6 Juli 2025 | 21:09 WIB
PENYELIDIKAN: Seorang pasien lanjut usia (lansia) berinisial US (68) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di ruang perawatan RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS). (EKO PRALISTIO/KP)
PENYELIDIKAN: Seorang pasien lanjut usia (lansia) berinisial US (68) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di ruang perawatan RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS). (EKO PRALISTIO/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Seorang pasien lanjut usia (lansia) berinisial US (68) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di ruang perawatan RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS), Samarinda. Insiden tragis terjadi pada Minggu (6/7) sekitar pukul 17.46 Wita.

Korban yang telah dirawat selama sepekan di ruang Angsoka Nomor 2002 itu ditemukan pertama kali oleh seorang perawat yang sedang melakukan kontrol rutin.

Perawat bernama Heri kaget saat mendapati pasien tergantung di ventilasi kamar dengan menggunakan sarung.

Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu Ipda Eko Harianto membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, saat ditemukan korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

“Saksi pertama adalah perawat bernama Heri, sedangkan saksi kedua merupakan anak kandung korban yang segera dihubungi oleh pihak rumah sakit,” jelas Eko saat dikonfirmasi, Minggu (6/7).

Eko menambahkan, korban memang dirawat seorang diri di kamar tersebut tanpa pasien lain. Berdasarkan keterangan dari anak korban, sang ayah sempat mengungkapkan keinginannya mengakhiri hidup karena merasa tidak tahan lagi dengan penyakit yang dideritanya.

“Korban sempat menyampaikan perasaan tertekan karena sakitnya tak kunjung sembuh dan merasa menjadi beban bagi keluarga,” tambahnya.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan selain bekas jeratan di leher korban. Sarung yang digunakan untuk gantung diri diikatkan pada ventilasi kamar yang memiliki kunci.

Terkait rekaman CCTV, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Informasi dari rumah sakit, setiap ruang rawat inap dilengkapi CCTV. Saat ini kami sedang mendalami dan akan memeriksa rekaman untuk memastikan kronologi kejadian,” pungkas Eko.

Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah pun telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Editor : Dwi Restu A
#akhiri hidup #aws #cctv