Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kawasan Citra Niaga Tidak Sekedar Jadi Kawasan Kuliner, Simak Rencana Bisnis Disdag Samarinda Ini

Denny Saputra • Jumat, 11 Juli 2025 | 17:43 WIB
KIAN MATANG: Pemkot menyiapkan beberapa skema pengelolaan kawasan Citra Niaga Samarinda agar terpelihara dengan lebih baik, serta membawa dampak bagi ekonomi warga dan pemerintah.
KIAN MATANG: Pemkot menyiapkan beberapa skema pengelolaan kawasan Citra Niaga Samarinda agar terpelihara dengan lebih baik, serta membawa dampak bagi ekonomi warga dan pemerintah.

SAMARINDA - Pemkot Samarinda melalui Dinas Perdagangan (Disdag) tengah menyusun langkah strategis untuk menghidupkan kembali kawasan Citra Niaga. Salah satu langkah awal yang kini tengah dipersiapkan adalah penyusunan proposal bisnis sebagai panduan pengembangan kawasan yang dulunya menjadi ikon pusat perbelanjaan dan hiburan di Kota Tepian.

Kepala Disdag Samarinda Nurrahmani menegaskan bahwa Pemkot tidak ingin Citra Niaga hanya berkembang sebagai pusat kuliner semata. Ada keinginan kuat untuk mengembalikan fungsinya sebagai pusat perbelanjaan, hiburan, dan ruang ekspresi seni seperti masa kejayaannya dulu. “Pak Wali menyampaikan bahwa beliau tidak ingin kawasan ini didominasi oleh kafe atau kuliner saja. Harus ada porsi yang jelas untuk pusat belanja, seni, dan hiburan,” ujarnya, Jumat (11/7).

Untuk itu, Pemkot melalui Disdag menyiapkan kajian bisnis yang matang agar rencana pengembangan kawasan tidak berjalan asal-asalan. Kajian tersebut akan menentukan komposisi ideal antara ruang usaha, pusat kuliner, area seni, dan fungsi-fungsi lainnya yang saling melengkapi.

Proposal bisnis ini akan melibatkan tenaga ahli agar perencanaannya lebih terarah dan berbasis data. Nantinya akan melibatkan pihak ketiga atau konsultan agar hasilnya benar-benar bisa diimplementasikan. “Kami tentu tidak bisa membuat kajian teknis sendiri,” singkatnya.

Targetnya, kajian ini diupayakan selesai tahun ini agar rencana besar tersebut bisa segera diajukan dalam perubahan anggaran dan dilaporkan ke Wali Kota Andi Harun. “Kawasan yang akan ditata mencakup seluruh area Citra Niaga, termasuk ruko-ruko di sekitar kawasan Timur dan area yang selama ini kurang terjamah revitalisasi,” sebutnya.

Pemkot juga memikirkan dampak jangka panjang, termasuk pengelolaan aset kawasan yang diketahui memiliki Hak Guna Bangunan (HGB) hingga tahun 2028. Perubahan tata kawasan diharapkan tidak hanya menghidupkan kembali aktivitas ekonomi, tetapi juga mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menghadirkan ruang publik yang nyaman.

Dengan perencanaan yang matang, Pemkot berharap Citra Niaga bisa kembali menjadi ikon kota yang mampu menghadirkan keramaian tanpa kehilangan jati diri. Apalagi kawasan yang dibangun sejak 1987 ini pernah meraih penghargaan internasional bidang arsitektur, Aga Khan Award for Architecture (AKAA) 1989 silam.

“Arahnya jelas, bukan sekadar tempat kuliner, tapi pusat belanja, hiburan, dan seni yang bisa dinikmati seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#dinas perdagangan #kota tepian #kawasan kuliner #Citra Niaga