Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

KPBU Rumah Sakit IA Moeis Samarinda Masuki Tahapan Penting, Ini Harapan Pemerintah Terkait Perkembangan Proyek

M Hafiz Alfaruqi • Senin, 28 Juli 2025 | 16:45 WIB
MOMENTUM: Wali Kota Samarinda Andi Harun (duduk, tengah) mengikuti rapat lanjutan KPBU RS Inche Abdoel Moeis di Bankaltimtara jelang tahap penandatanganan proyek, Senin (28/7).
MOMENTUM: Wali Kota Samarinda Andi Harun (duduk, tengah) mengikuti rapat lanjutan KPBU RS Inche Abdoel Moeis di Bankaltimtara jelang tahap penandatanganan proyek, Senin (28/7).

SAMARINDAWali Kota Samarinda Andi Harun menghadiri pertemuan lanjutan terkait skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk pengembangan Rumah Sakit Inche Abdoel Moeis, Senin (28/7), di Bankaltimtara.

Pertemuan itu bagian dari Focus Group Discussion (FGD) dan proses pelelangan yang saat ini telah memasuki tahap aanwijzing, yakni klarifikasi dan penjelasan lelang.

AH menyebut, tahapan selanjutnya adalah proses penandatanganan (sign-in) antara investor, pemberi pinjaman dan pemerintah sebagai simpul KPBU.

“Itu akan menjadi momentum penting. Penandatanganan nanti akan melibatkan semua stakeholder, termasuk PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebagai badan pembiayaan yang ditugaskan Kementerian Keuangan, serta Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) sebagai pihak penjamin proyek,” jelasnya.

Diharapkan dapat menghasilkan keputusan strategis untuk menjaga timeline dan milestone proyek agar tidak meleset dari rencana. Jika keputusan tuntas dalam waktu dekat, proses pembangunan dapat segera dimulai.

“Kalau semuanya selesai dengan baik dalam satu-dua hari ke depan, bisa dipastikan tahapan kita akan terus berjalan positif. Itu sangat penting untuk menjamin kelancaran pembangunan RSUD IA Moeis yang baru,” tegasnya.

Target jangka pendek, menurut Andi Harun, adalah penandatanganan kontrak pada September atau Oktober 2025. Sebelum itu, akan diadakan pertemuan antara investor, lender, dan kontraktor guna menyamakan pemahaman detail proyek.

“Investor seperti Plenary dan Aspen akan bertemu dulu dengan stakeholder agar tidak ada keraguan terkait detail pekerjaan. Itu penting agar sejak pembangunan dimulai, semuanya berjalan lancar hingga nanti proses operasional dan peresmian,” tambahnya.

Harapan besar agar rumah sakit hasil pengembangan itu mampu bertransformasi menjadi rumah sakit modern yang setara dengan pelayanan kesehatan global.

“Visinya jelas, rumah sakit harus naik kelas. Tidak hanya sebagai fasilitas rujukan, tapi mampu bersaing secara layanan dan kualitas dengan rumah sakit-rumah sakit terbaik di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya. (*)

 

Editor : Dwi Restu A
#RSUD IA Moeis #pemerintah #samarinda