Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Penganiaya Driver Ojol Adalah ASN Disporapar Samarinda, Begini Pengakuan Pelaku

Eko Pralistio • Rabu, 30 Juli 2025 | 19:15 WIB
PELAKUNYA: Ari Arya (46), ternyata seorang aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di lingkungan Pemkot Samarinda. (EKO PRALISTIO/KP)
PELAKUNYA: Ari Arya (46), ternyata seorang aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di lingkungan Pemkot Samarinda. (EKO PRALISTIO/KP)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Seorang driver ojek online (ojol) menjadi korban penganiayaan di sebuah warung makan di Jalan Gunung Merbabu, Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu, Senin (28/7) malam.

Pelakunya Ari Arya (46), ternyata seorang aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di lingkungan Pemkot Samarinda.

“Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Dia merupakan PNS dan kami jerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Ancaman hukumannya 2 tahun 8 bulan penjara,” ujar Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Dicky Anggi Pranata saat konferensi pers, Rabu (30/7).

Dicky menjelaskan, peristiwa bermula saat anak Ari yang juga berprofesi sebagai juru parkir (jukir) liar sempat bersitegang dengan korban karena meminta uang parkir. Cekcok antara keduanya memancing emosi Ari, yang saat itu tak jauh dari lokasi kejadian.

“Tersangka datang dan langsung memukul korban. Penganiayaan dipicu adu mulut antara anak pelaku dengan driver ojol,” jelas Dicky.

Kasus itu viral di media sosial setelah muncul video seseorang membawa senjata tajam (sajam) di sekitar lokasi. Namun, Dicky memastikan pria dalam video itu tidak ada kaitan dengan tersangka.

“Orang yang bawa sajam sedang kami selidiki. Tapi dia tidak ada hubungan dengan pelaku maupun korban. Mereka tidak saling kenal,” tegasnya.

Sementara itu, tersangka Ari saat dikonfirmasi secara terpisah mengaku memukul korban karena ingin melindungi anaknya. Dia berdalih hanya melakukan pemukulan satu kali.

“Saya lihat anak saya ribut sama driver ojol, saya datangi. Saya cuma bilang, kalau memang nggak punya uang parkir, ya ngomong saja. Tapi karena saya takut anak saya yang dipukul duluan, saya reflek mukul dulu,” ujar Ari.

Editor : Dwi Restu A
#asn #Disporapar #samarinda #ojol