DENNY SAPUTRA/KP
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, Selasa (5/8), secara resmi melepas bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sebanyak 68,5 ton ke Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Bantuan itu diberikan gratis kepada warga terdampak, masing-masing kepala keluarga menerima 20 kilogram. Di samping itu turut digelar operasi pasar untuk menstabilkan harga komoditas pangan di sana, yang harganya kian melonjak.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (DPPKUKM) Kaltim Heni Purwaningsih mengatakan, bahwa operasi pasar ini bagian dari strategi stabilisasi pasokan dan harga. Harga jual disesuaikan dengan harga di Samarinda, tapi ongkos kirim ditanggung pemerintah.
”Kami menunggu informasi biaya yang dikeluarkan pihak ketiga untuk pengiriman logistik. Nanti itu yang kami bayar,” ujarnya di sela pelepasan bantuan ke Mahulu dan Kukar, Selasa (5/8)
Heni menjelaskan, distribusi bantuan dilakukan melalui kerja sama lintas sektor, melibatkan OPD di lingkungan pemprov Kaltim, perusahaan daerah (perusda) serta jajaran Pemkab Mahulu dan Kukar. Pemprov juga berkoordinasi dengan sektor swasta dan perusahaan tambang untuk mendukung akses logistik ke wilayah terisolasi.
“Nantinya bahan pangan yang kami kirimkan, akan disambut oleh tim Kabupaten Mahulu untuk disebar luaskan. Nah biaya di sana, akan dihandle oleh kabupaten. Bahkan aksesnya juga melintasi jalan-jalan perusahaan,” terangnya.
Tidak hanya sembako, operasi pasar juga menyasar komoditas energi seperti operasi pasar LPG 3 kg juga digelar melalui agen lokal Mahulu. Dengan skema subsidi yang membuat harga tetap stabil di tengah lonjakan ongkos angkut. “Harapannya bantuan ini tepat sasaran dan mampu menahan gejolak harga di tengah kondisi yang tidak mudah,” singkatnya.
Dia menambahkan bahwa bantuan CPP maupun operasi pasar ini akan dievaluasi berkala, bahkan tidak menutup kemungkinan akan disalurkan kembali. Pihaknya juga mendapat kabar bahwa cuaca yang membaik berpotensi membuat debit sungai Mahakam meningkat, sehingga jalur distribusi utama melalui sungai, berangsur normal. “Kami memantau berkala kondisi di sana,” pungkasnya.
Selain beras, Pemprov juga mengirimkan komoditas untuk operasi pasar berupa gula sebanyak 7 ton dan minyak goreng 4,8 ton. Komoditas ini tidak dibagikan gratis, melainkan dijual dengan harga di bawah HET, disubsidi oleh Pemprov Kaltim untuk ongkos distribusi.
Operasi pasar juga digelar di Kutai Kartanegara (Kukar), khususnya di Kecamatan Tabang, Kenohan, dan Kembang Janggut. Komoditas yang sama turut dikirim ke wilayah tersebut, dengan sasaran menahan laju inflasi akibat lonjakan harga pangan.
Sebagai informasi, inflasi Kaltim pada Juli 2025 tercatat sebesar 2,08 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), menurut data Badan Pusat Statistik. Pemicu utama berasal dari kenaikan harga beras, perhiasan emas, dan biaya pendidikan dasar. (*)
Editor : Ismet Rifani