Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Proyek Pusat Tak Jelas, Pemkot Ambil Alih Perbaikan Fisik SD 020 Samarinda Utara

Denny Saputra • Rabu, 6 Agustus 2025 | 19:16 WIB

ROMBAK: Bangunan SD 020 Samarinda Utara masih terdiri dari kayu, rencananya akan dibangun ulang tahun depan.
ROMBAK: Bangunan SD 020 Samarinda Utara masih terdiri dari kayu, rencananya akan dibangun ulang tahun depan.
 

SAMARINDA - Pemkot Samarinda akhirnya turun tangan menangani kerusakan di SD Negeri 020 Samarinda Utara. Setelah dua kali viral karena kondisi bangunan sekolah yang memprihatinkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda mulai melakukan perbaikan darurat berupa tambal sulam atap dan plafon. Sekolah yang terletak di Jalan Karya Baru Kelurahan Sempaja Selatan rencananya akan dibangun ulang tahun depan.

Langkah cepat ini diambil karena janji pembangunan dari pemerintah pusat melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kaltim tak kunjung terealisasi. Padahal, sejak Oktober 2024, pusat sempat melakukan survei dan menyatakan akan membangun sekolah tersebut pada 2025.

“Awalnya kami sudah siapkan anggaran perencanaan di 2025. Tapi karena katanya akan dibangun pusat, jadi perencanaan kami ditunda,” jelas, Kepala Disdikbud Samarinda Asli Nuryadin melalui Kasi Kelembagaan dan Sarpras SD Disdikbud Samarinda, Dwi Purnomo, Rabu (6/8).

Namun hingga Agustus 2025, pembangunan itu tidak juga dimulai. Disdikbud bahkan sempat mendapat surat dan undangan pembahasan dari BPPW pada akhir 2024. Namun setelah itu, semua komunikasi mandek. “Terakhir kami tanya, katanya masih tunggu putusan dari Kementerian Pekerjaan Umum,” tambah Dwi.

Akibat ketidakjelasan itu, Disdikbud akhirnya memutuskan mengambil alih proses perencanaan. Usulan desain pembangunan akan diajukan dalam APBD Perubahan 2025, dengan target pelaksanaan fisik di 2026. “Makanya untuk kerusakan yang terjadi akibat hujan Sabtu (2/8) lalu, langsung kami tangani dulu. Tetapi sifatnya tambal sulam. Agar kelas bisa dipakai belajar anak-anak,” jelasnya.

Rencananya, selain memperbaiki gedung utama, bangunan ruang guru yang berdiri di lereng juga akan diperkuat. Pada ruang kelas akan dibangun satu lantai saja, untuk faktor keamanan bangunan, mengingat sekolah berada di puncak gunung, yang notabene juga rawan longsor. “Mungkin modelnya seperti SD 007 Damai, bertumpu pada beton agar tidak membahayakan,” terangnya.

Ada pula rencana relokasi toilet dan perpustakaan ke bagian belakang sekolah untuk memberi ruang parkir dan area bermain. Kepala sekolah sempat mengajukan kebutuhan delapan rombongan belajar (rombel), namun Disdikbud masih mengkaji kelayakannya karena keterbatasan lahan dan kondisi kontur. “Intinya sekolah akan dibongkar untuk dibangun ulang termasuk landskap keseluruhan juga akan disesuaikan. Pokoknya yang penting saat ini siswa bisa tetap belajar dengan nyaman,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#sd negeri #disdikbud #pemkot samarinda