KALTIMPOST.ID, SAMARINDA- Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mulai memberi atensi serius terhadap kondisi SD Negeri 008 Sungai Pinang yang kerap kebanjiran. Selain kerusakan plafon, ruang belajar di sekolah tersebut juga sangat tidak mencukupi.
Kepala Disdikbud Samarinda Asli Nuryadin melalui Kasi Kelembagaan dan Sarpras SD, Dwi Purnomo, mengatakan tinjauan lapangan sudah dilakukan sejak beberapa pekan lalu. Hasilnya, opsi rehabilitasi total kini tengah dikaji, mengingat jumlah rombongan belajar (rombel) mencapai 16, sementara ruang kelas hanya tersedia 7.
“Rehab ringan pernah dilakukan di bagian depan dan atasnya. Tapi masih ada bagian kanan samping sekolah yang belum tersentuh. Apalagi lokasi ini memang langganan banjir,” ungkapnya Kamis (7/8). Ia mengungkapkan, pihaknya sempat mengusulkan dua skenario.
Baca Juga: Proyek Pusat Tak Jelas, Pemkot Ambil Alih Perbaikan Fisik SD 020 Samarinda Utara
Pertama, perbaikan sebagian dengan meninggikan lantai bangunan yang rawan tergenang. Kedua, opsi yang kini jadi prioritas, rehab total dengan pembangunan bertingkat agar mampu menampung kebutuhan ruang kelas.
“Kalau hanya meninggikan bangunan eksisting, tetap tidak cukup. Jadi arah kebijakan kami saat ini sedang mengarah ke rehab total. Tahun ini kita siapkan DED (Detail Engineering Design)-nya dulu, agar bisa diusulkan pada APBD 2026 untuk fisik pembangunannya,” jelasnya. Namun, Dwi mengingatkan bahwa meski bangunan sekolah diperbaiki, akses jalan menuju sekolah tetap berada di dataran rendah dan rawan banjir.
Jadi meskipun bangunan ditinggikan, jalannya tetap bisa tergenang kalau hujan deras. “Itu di luar kewenangan kami.,” tegasnya. Dia menerangkan, terhadap kondisi saat ini relokasi juga belum masuk dalam opsi saat ini. Menurutnya, prioritas utama adalah memastikan anak-anak bisa belajar dalam lingkungan yang layak.
Baca Juga: Plafon Kelas Jebol, SD 008 Sungai Pinang Dikepung Masalah Fisik
Jika rehab total disetujui tim anggaran pemerintah daerah (TAPD), sekolah akan dibangun bertingkat untuk mengatasi kekurangan ruang belajar tanpa harus menambah tapak bangunan.
Saat ini, tim teknis Disdikbud sudah mulai melakukan penghitungan kebutuhan ruang dan struktur bangunan yang memungkinkan. “Mudah-mudahan perubahan APBD 2025 bisa menyetujui perencanaan ini, supaya fisik bisa dikerjakan tahun berikutnya,” tutupnya.
Sebelumnya, kondisi memprihatinkan kembali ditemukan di salah satu sekolah dasar negeri di Samarinda yakni SDN 008 Sungai Pinang di Kelurahan Mugirejo. Kerusakan yang terjadi seperti atap kelas jebol, plafon bolong, hingga ruang belajar yang kerap kebanjiran saat hujan turun.
Baca Juga: SD Negeri 020 Samarinda Utara Terancam Longsor, BPBD Sarankan Segera Dilakukan Penurapan Tebing
Kepala SDN 008 Sungai Pinang Lestari mengaku baru mengetahui kondisi tersebut setelah ia resmi menjabat pada 1 Juni 2025 lalu. Saat pertama kali berkeliling meninjau ruangan, dirinya langsung mendapati sejumlah kerusakan yang cukup parah.
“Saat memeriksa kelas 5A, saya lihat plafonnya bolong. Bagian sisi luar kelas juga jebol. Di beberapa ruang lain, kalau hujan air masuk ke dalam, anak-anak sampai tidak bisa belajar,” ungkapnya Lestari, beberapa waktu lalu. (*)
Editor : Muhammad Rizki